ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kapal Perintis Sabuk Nusantara Resmi Beroperasi
Selasa, 10 Januari 2012 | 8:19

TANJUNGPINANG- Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian kapal perintis KM Sabuk Nusantara 30 yang akan melayari pulau-pulau terdepan di Provinsi Kepulauan Riau.

Peresmian itu ditandai prosesi adat Melayu "tepuk tepung tawar" dianjungan KM Sabuk Nusantara 30 di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (9/1).

"Ini sebagai wujud nyata program pemerintah untuk meningkatkan perekonomian rakyat dengan memperlancar transportasi ke daerah-daerah terpencil atau pulau-pulau terluar," katanya usai peresmian.

Menteri mengatakan, konektivitas antarpulau harus dilakukan, baik dari laut, darat maupun udara.

"Jangan dibiarkan saudara-saudara kita tertinggal di pulau-pulau atau daerah terpencil itu karena tidak adanya konektivitas," katanya.

Kepri yang memiliki banyak pulau memerlukan dukungan transportasi laut yang memadai. "Saya mengerti perasaan masyarakat di pulau-pulau itu karena saya juga berasal dari kepulauan," ujarnya.

Ia berharap dengan beroperasinya KM Sabuk Nusantara bisa mendatangkan manfaat dan meningkatkan perekonomian masyarakat di pulau-pulau.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut Leon Muhammad mengatakan, saat ini terdapat 76 trayek kapal perintis yang melayari daerah terpencil, terluar atau di daerah perbatasan.

"Dari 76 trayek itu dilayani oleh 32 kapal perintis milik pemerintah dan 35 kapal barang milik swasta yang diberi dispensasi sesuai kebutuhan untuk mengangkut penumpang," ujarnya.

Menurut dia, transportasi penumpang dengan kapal perintis milik swasta cukup memprihatinkan karena sering bercampur dengan hewan dan barang, sehingga pemerintah telah dan akan mengoperasikan kapal-kapal perintis.

KM Sabuk Nusantara 30 yang melayari pulau-pulau di Kepri dibuat sejak Juni 2010 dengan anggaran APBN senilai Rp47 miliar lebih.

Spesifikasi KM Sabuk Nusantara 30, panjang 62,8 meter, lebar 12 meter, kecepatan 12 knot dan daya mesin 2x1.000 HP.

"Kapasitas penumpang kelas I delapan orang, kelas II 16 orang dan jumlah penumpang ekonomi 376 orang, sehingga total penumpang 400 orang ditambah kapasitas barang mencapai 50 ton," katanya.

KM Sabuk Nusantara 30 akan melayari rute Tanjungpinang-Tambilahan-Sintete-Serasan-Subi-Ranai-Pulau Laut-Sedanau-Midai-Tarempa-Letung, kemudian kembali lagi ke Tanjungpinang.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close