ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Dahlan Perintahkan Jasa Marga Garap Tol Sumatera
Rabu, 22 Februari 2012 | 8:53

JAKARTA- Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta PT Jasa Marga Tbk mempersiapkan diri untuk ekspansi ke wilayah Sumatera dengan menggarap pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer yang membentang dari Aceh hingga Lampung.

"Jasa Marga harus mengembangkan usaha ke Sumatera, jangan melulu di Pulau Jawa. Sebelumnya, Jasa Marga sudah masuk ke Bali membangun jalan tol, sekarang saatnya berkiprah di Sumatera," katanya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Menurut Dahlan, pembangunan jalan tol di wilayah Sumatera mendesak supaya terjadi percepatan pembangunan perekonomian daerah.

"Kalau infrastruktur jalan tol sudah tersedia, ditambah dengan pasokan listrik yang memadai maka ekonomi wilayah Sumatera bisa-bisa mengalahkan Jawa," ujarnya.

Pada Jumat (17/2), Dahlan melakukan pertemuan pertemuan dengan 10 Gubernur se-Sumatera di Palembang, Sumatera Selatan, untuk membahas rencana pembangunan jalan tol tersebut.

Dahlan menjelaskan untuk menggarap proyek yang masuk dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) itu, Jasa Marga bisa membentuk anak usaha dengan melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Pembentukan anak usaha Jasa Marga bisa dilakukan dengan delapan Pemprov seperti dengan Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi dan Lampung.

"Nantinya perusahaan patungan tersebut bisa diberi nama PT Jasa Marga Lampung, Jasa Marga Sumatera Utara, Jasa Marga Sumbar, Jasa Marga Sumsel, Jasa Marga Riau, dan Jasa Marga Jambi," ujarnya.

Jasa Marga sendiri, katanya, sudah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah provinsi untuk membangun jalan tol seperti di Sumatera Barat dengan rencana awal pembangunan jalan tol sepanjang 27 kilometer dari Kota Padang-Si Cincin.

Selain itu, di Sumatera Utara ruas Medan-Kuala sepanjang 25 kilometer, Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 27 kilometer, di Provinsi Riau akan dibangun jalan tol sepanjang 160 kilometer yang menghubungkan Pekanbaru-Dumai.

Dahlan optimistis program pembangunan jalan tol di Sumatera tersebut dapat terlaksana, selain karena membutuhkan infrastruktur untuk mendorong perekonomian daerah-daerah tersebut, juga memiliki pendanaan yang sangat besar.

"Mereka (Pemprov/Pemkab) memiliki banyak uang, tinggal bagaimana masing-masing Pemda mempercepat dalam hal pembebasan lahan, termasuk izin-izin yang diperlukan," tegasnya.

Jasa Marga sendiri memiliki pengalaman bertahun-tahun membangun dan mengelola jalan tol. Untuk mempercepat pembangunannya, Jasa Marga dapat menggunakan sistem pembangunan seperti yang dilakukan di Propinsi Bali.

Sementara itu Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menyatakan siap menggarap proyek pembangunan jalan tol di wilayah Sumatera.

"Secara korporasi kita sangat siap, apalagi ini menjadi bagian dari program pemerintah yang disinergikan dengan Pemda untuk membangun infrastruktur," ujar Adityawarman.

Meski demikian Adityawarman belum merinci berapa besar nilai investasi total keseluruhan jalan tol yang akan dibangun tersebut.

Ia hanya menjelaskan, meskipun sudah ada nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah Pemda, namun masih dibutuhkan semacam detail engineering design (DED) atau teknis pelaksanaan pembangunan.

Untuk itu diutarakannya, rencana tersebut segera ditindaklanjuti dengan melakukan pertemuan dengan pihak terkait seperti Pemda, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan, BUMN Konstruksi, dan termasuk PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Menurut dia, masalah utama yang menjadi fokus pembahasan penajaman studi kelayakan adalah soal kesiapan lahan.

"Pembebasan lahan menjadi kendala klasik dalam membangun infrastruktur jalan. Lahan sudah harus bebas dari permasalahan atau bersih dari sengketa, dengan begitu dapat mempermudah pekerjaan pembangunan," ujarnya. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close