CDIA Analisa Jalur Transportasi Massal Surabaya
Selasa, 21 Agustus 2012 | 10:39
Kereta Rel Listrik (KRL). Foto: Investor Daily/ANTARA/M Agung Rajasa/ed/mes/12 SURABAYA - Konsultan pembuatan studi kelayakan alat transportasi massal dari "Cities Development Initiative for Asia (CDIA)" mulai menganalisa jalur yang akan dilewati transportasi massal di Kota Surabaya.
Kabid Fisik Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya AA Gede Dwijajawardhana, Selasa, mengatakan, kedatangan Tim CDIA kali ini mencari jalur mana yang pas untuk dilewati berikut tempat pemberhentiannya.
"Termasuk, perkiraan jumlah penduduk yang menggunakannya di jalur tersebut," ujarnya.
Menurut Gede, CDIA diharapkan sudah bisa menyelesaikan tugasnya bersama pemkot hingga tutup tahun mendatang. Meski demikian, konsultan tersebut tetap bakal mendampingi pemkot hingga pembangunan moda transportasi ini selesai dikerjakan.
Kegiatan CDIA ini didukung oleh oleh Asian Development Bank (ADB) dan The German Ministry for Economic co-operation, dengan dana tambahan dari pemerintah Swedia, Austria dan Spanyol, serta The Shanghai Municipal Government.
Pada tahun 2010, CDIA terlibat dalam kajian transportasi perkotaan di kota-kota sekunder di Indonesia yaitu di Yogyakarta, Solo dan Palembang.
Sementara itu, Pemkot Surabaya selama ini berencana menerapkan moda transportasi massal berupa trem dan monorel. Namun demikian, masih menunggu kajian dari CDIA.
Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Sachiroel Alim Anwar mengatakan, secara prinsip pihaknya mendukung semua langkah pemkot untuk pembangunan dan pengembangan kota. Kebutuhan akan alat transportasi massal memang mendesak untuk mengatasi persoalan polusi dan kemacetan di Surabaya. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!