ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

April, PTKA Operasikan Jalur Gubeng-Pasar Turi
Rabu, 30 Maret 2011 | 19:04

SURABAYA - PT Kereta Api (PTKA) akan mengoperasikan kembali jalur KA dari Stasiun Gubeng ke Stasiun Pasar Turi pada April 2011. Jalur pintas tersebut sudah diuji coba dalam dua bulan terakhir.

"Hasilnya sudah kami laporkan kepada Ditjen Perkeretaapian. Jadi, pengoperasiannya tinggal tunggu waktu dan diperkirakan bulan depan sudah bisa digunakan," kata Asisten Manajer Humas PTKA Daerah Operasi (Daop) VIII/Surabaya Bidang Eksternal, Catur Herry Winarno, Rabu.

Menurut dia, proyek pembangunan jalur pintas itu bagian dari program pengembangan kereta api regional Surabaya dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perkeretaapian dan dibangun dengan dana APBN.

Selama ini, untuk perjalanan KA dari Stasiun Gubeng ke Stasiun Pasar Turi dan arah sebaliknya harus melewati Stasiun Sidotopo dulu.

Jarak Stasiun Pasar Turi-Stasiun Sidotopo sekitar empat kilometer, sedangkan jarak Stasiun Sidotopo-Stasiun Gubeng sekitar dua kilometer sehingga totalnya enam kilometer.

Proyek shortcut atau jalur pintas itu untuk menghubungkan langsung Stasiun Pasar Turi menuju Stasiun Gubeng tanpa harus melewati Stasiun Sidotopo yang selama ini difungsikan sebagai depo lokomotif.

"Dengan shortcut itu, maka jarak tempuh Gubeng-Pasar Turi bisa dipersingkat sekitar tiga kilometer saja dan waktu tempuhnya hanya 20 menit," kata Herry.

Proyek tersebut bertujuan untuk pengembangan sistem jaringan perkeretaapian di Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Selanjutnya jalur pintas itu akan dilewati KA Komuter dari Lamongan hingga Stasiun Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Proyek tersebut mulai dikerjakan tahun lalu dengan membangun jalur shortcut. Selama proses uji coba itu, Ditjen Perkeretaapian telah memasang rambu-rambu di beberapa lokasi dan sinyal yang mengatur kedatangan dan keberangkatan kereta api. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!