ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

AP II Siapkan Rp 270 M Ekspansi Husein Sastranegara
Rabu, 22 Februari 2012 | 15:12

JAKARTA - PT Angkasa Pura II menyiapkan dana Rp 270 miliar untuk pengembangan Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Dana itu dikucurkan pada periode 2012-2014 yang sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan pelat merah itu. "Dalam waktu dekat akan digelar tender," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Suriadjie Sunoko di Kantor Kemenhub Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan, tender bersifat tidak mengikat karena sampai kini proses tukar guling lahan antara PT Dirgantara Indonesia dan TNI Angkatan Udara belum tuntas. "Sampai sekarang status tanah belum jelas. Tapi pekan depan kami tetap akan gelar prakualifikasi tender tapi tidak mengikat, supaya semuanya bisa berjalan paralel, April tahun ini harus konstruksi," kata Suriadjie.

Menurut Tri, pada tahap pertama perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 70 miliar di 2012, dan tahap kedua Rp 150 miliar di 2013, dan tahap ketiga Rp 50 miliar di 2014. Pengembangan bandara tersebut ditargetkan selesai di 2013 sehingga bisa beroperasi pada 2014.

Tri berharap pengembangan Bandara Husein bisa segera dilakukan karena saat ini sudah melebihi kapasitas saat ini 700 ribu. Nantinya, terminal penumpang bandara ini bisa menampung 3 juta penumpang.

Sebagai gambaran, pada tahun ini diperkirakan trafik penumpang di bandara Husein Sastranegarea mencapai 1,2 juta penumpang, naik dari 2011 sebanyak 960 ribu penumpang.

Saat ini sudah ada delapan maskapai yang terbang dari Bandara Husein Sastranegara, yakni Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, Merpati Nusantara Airlines, Wings Air, Batavia Air, Silk Air, Sriwijaya Air, dan Susi Air. Pergerakan pesawat sampai saat ini 48 unit pesawat per harinya

Bandara Husein Sastranegara adalah enclave sipil atau bandara yang dioperasikan bersama dengan operasional Angkatan Udara. TNI Angkatan Udara juga mengerjasamakan lahan bandara dengan PT Dirgantara Indonesia untuk hangar pesawat. Lahan inilah yang akan digunakan untuk pengembangan terminal penumpang.

"Untuk terminal penumpang hanya butuh 6.000 meter persegi, nunggu lahan diserahkan ke TNI Angkutan Udara dari PT Dirgantara Indonesia. Kami juga mau bangun terminal kargo, itu nanti dan butuh tambahan lahan lagi," ungkap dia. (beritasatu.com)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close