ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

ASTON PARAMOUNT SERPONG,

Simulasi Kebakaran Jadi Ujian Akhir Traning ERT
Rabu, 30 Mei 2012 | 13:42

SERPONG – Sebagai ujian akhir dari serangkaian training Emergency Response Team (ERT) bagi jajaran karyawan dan staf hotel, Aston Paramount Serpong Hotel & Conference Center (APSHCC) pada Sabtu minggu ketiga Mei lalu melakukan simulasi kebakaran yang berlangsung sekitar 33 menit.

Simulasi kebakaran ini meliputi Fire Fighting (pemadaman), Rescue (penyelamatan), First Aid (pertolongan pertama), Evacuation (evakuasi) dan Administration (administrasi). Titik api yang berasal dari kamar di lantai 7 disinyalir semakin membesar sehingga bantuan dinas pemadam kebakaran pun harus diturunkan dalam waktu 5 menit.

Terdapat 2 peran korban yang mengalami tak sadarkan diri dan patah tulang dalam simulasi insiden tersebut. Penanganan cepat segera diambil oleh tim First Aid dengan membawa korban menggunakan tandu menuju ke assembly point sebagai tempat evakuasi.

Tim Administrasi melakukan tugas evakuasi terhadap seluruh tamu, pengunjung hotel, serta karyawan ke titik tempat yang ditentukan. Sementara evakuasi dilakukan api berhasil dipadamkan tanpa adanya korban yang meninggal.

Simulasi ini diikuti oleh 50 orang lebih di antaranya anggota ERT atau Emergency Response Team yang diketuai oleh Aritz Tri Bawono, Chief Security merupakan tim inti yang berperan saat kejadian darurat seperti bencana alam, kebakaran, kebanjiran hingga insiden bunuh diri yang terjadi di area hotel.

Sedangkan anggota CMT atau Crisis Management Team yang diketuai oleh Ricky Theodores, General Manager beserta department head dan para manajer bertugas sebagai koordinasi di masing – masing area.

Tim ini berdiri sejak November 2010 dan disahkan oleh General Manager APSHCC. Tim ini difungsikan sebagai peranan utama pada saat kejadian darurat. Dengan terus melakukan pelatihan di tiap bulannya, baik anggota ERT maupun CMT akan terlaih melakukan tugasnya dengan baik dan cepat.

Simulasi kebakaran dan evakuasi ini sangat penting dalam mengantisipasi kejadian – kejadian darurat yang mungkin terjadi. Didukung oleh dinas pemadam kebakaran dan tim PMI, simulasi ini menjadi lebih lengkap dan berkesan sungguhan. APSHCC juga turut melibatkan para tamu dalam simulasi ini.

Terlihat sambutan dan antusias yang baik dari seluruh tamu yang menginap. Mereka juga sadar benar bahwa tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini dapat terjadi kapanpun dan tidak terencana.

Simulasi ini juga membuktikan bahwa seluruh sistem keamanan di hotel seperti alarm kebakaran, sistem lift, dan seluruh sistem lampu berfungsi dengan baik dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para tamu yang menginap maupun berkunjung

“Pelatihan dengan simulasi seperti ini telah sering dan teratur kami lakukan, namun kali ini berbeda karena kami melibatkan beberapa pihak seperti dinas pemadam kebakaran, PMI, serta tamu hotel,” kata Ricky Theodores.

Menurut dia, pelatihan ini teratasi sesuai dengan target yang diharapkan serta berjalan sesuai dengan standar prosedur yang telah diajarkan. Ia juga mengimbau agar seluruh anggota ERT dan CMT dapat terus waspada serta bertindak cepat tanpa rasa panik apabila terjadi insiden kebakaran sungguhan.

“Walaupun kita selalu berharap dan melaksanakan tindakan preventif, mencegah terjadinya kebakaran, apabila pada saatnya dibutuhkan kita sudah mempunyai peralatan yang memadai serta tim yang terlatih untuk mengatasi kondisi tersebut,” tambahnya. (*/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.
Close