ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 16 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Yield: Jangan Bingung Menghitung Untung
Oleh Hasan Zein Mahmud | Selasa, 2 Oktober 2012 | 14:26

Pegawai memantau pergerakan surat utang negara (SUN) di dealing room Global Market BII, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA Pegawai memantau pergerakan surat utang negara (SUN) di dealing room Global Market BII, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

“If you’re an investor looking for yield, you may as well smash a mirror, walk behind a litter of black cats, and buy an apple from a witch. What the heck. You won’t have any luck today, anyway”. (John Waggoner, USA Today, 12 April 2012).

Anda boleh tersenyum membaca ungkapan Waggoner di atas. Sejatinya kalimat itu merupakan keluhan serius. Pada saat pajak masih tinggi dan tingkat bunga mencium dasar, apalagi investasi harus aman, kemana yield tinggi mau dicari?

Di sinilah eloknya municipal bonds (muni). Pada saat Federal Fund Rate terkunci di tingkat paling bawah, 0,25%, dan yield 10 year Treasury Notes cuma di kisaran 2%, tak pelak muni menjadi primadona para pemburu yield.

Coba simak fakta berikut. California Muni Bond ditawarkan kepada masyarakat April lalu. Obligasi Negara Bagian tersebut, bertenor 9 tahun, mendapat rating A1 oleh Moody dan menawarkan yield 2,68%! Para bintang Holywood - yang tentu - memiliki lapisan tarif pajak Federal 35% ditambah pajak negara bagian California, sebesar 10,3%, maka untuk mendapatkan yield sesudah pajak sebesar 2,68%, para anggota masyarakat jet set tersebut harus mencari obligasi dengan yield sebelum pajak hampir 5%. Surat utang dalam denominasi US$, dengan rating A1, memberikan imbal hasil 5%, kemana harus dicari?

Kalau peringkat mencoba mengukur tingkat keamanan obligasi, yield mencoba menyediakan indikator keuntungan bagi para pemegang obligasi. Imbal hasil atau yield obligasi bisa dihitung dengan banyak cara dan banyak formula. Dalam contoh kita di atas perhitungan yield disederhanakan dengan cara membagi kupon dengan harga, oleh sebab itu kita sebut dengan yield saat ini atau current yield.


Baca selengkapnya di Investor Daily versi digital di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close