ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Yayasan Anne Avantie Operasi 800 Pasien Hidrocephalus
Sabtu, 8 Juni 2013 | 11:31

SEMARANG-Wisma Kasih Bunda, sebuah yayasan peduli anak-anak penderita hidrocephalus, milik perancang busana Anne Avantie sampai sekarang berhasil membantu operasi terhadap setidaknya 800 pasien.

"Sudah hampir 13 tahun kami membantu. Hingga saat ini, sudah sekitar 800 anak hidrocephalus yang berhasil dioperasi," kata Intan Avantie, putri Anne Avantie, usai menerima bantuan dari PT Sidomuncul, di Semarang, belum lama ini.

Menurut dia, selama ini yayasan milik ibunya itu memang bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) St Elisabeth Semarang untuk membantu operasi anak-anak penderita hidrocephalus, mengingat biaya operasinya memang mahal.

Ia menyebutkan biaya yang dibutuhkan untuk setiap operasi setidaknya mencapai Rp20 juta, tetapi selama ini banyak bantuan yang mengalir dari berbagai pihak untuk membiayai operasi anak-anak tersebut.

Setiap bulan, kata dia, setidaknya ada 10 pasien yang mendatangi Wisma Kasih Bunda untuk diupayakan operasi, bahkan ada yang terpaksa masuk antrean daftar tunggu operasi, mengingat banyaknya pasien yang harus dioperasi.

"Untuk hari ini (5/6) saja, ada empat anak penderita hidrocephalus yang masuk daftar tunggu operasi. Ya banyak pasien yang belum dioperasi. Setiap bulan saja kami dititipi setidaknya 10 pasien," katanya.

Memang, kata perempuan yang juga menekuni profesi perancang busana itu, tidak semua penderita yang datang bisa langsung dioperasi, tetapi harus diperiksa oleh tim dokter dulu untuk menentukan diagnosa.

Kalau dari hasil pemeriksaan dinyatakan pasien tidak bisa dioperasi, kata dia, dengan berat hati akan dikembalikan kepada keluarganya, sebab ada kemungkinan-kemungkinan terburuk jika pasien dipaksakan operasi.

"Selain hidrocephalus, sekarang ini kami juga membantu bayi yang menderita atresia ani (tanpa anus), bibir sumbing, bayi yang mengalami cacat bawaan kaki dan tangan, leukimia, dan thalassemia untuk dioperasi," kata Intan.

Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat mengatakan bantuan senilai Rp200 juta itu merupakan wujud kepedulian pihaknya terhadap anak-anak penderita hidrocephalus, tanpa anus, dan bibir sumbing dari keluarga kurang mampu.

"Ya sebenarnya Bu Anne Avantie yang paling banyak membantu anak-anak ini, terutama yang paling berharga kan tenaga, waktu, dan pikirannya untuk mereka. Kalau saya, ya hanya ingin membantu saja," katanya.

Sementara itu, Kepala Humas RS St Elisabeth Semarang Probowatie Tjondronegoro mengakui kerja sama yang terjalin selama 13 tahun dengan Wisma Kasih Bunda telah banyak membantu operasi anak-anak penderita hidrocephalus.

"Kami sudah siapkan tim dokter khusus untuk mengoperasi. Mereka memang tidak datang langsung ke RS, tetapi ke sini dulu (Wisma Kasih Bunda), kemudian diperiksa. Kalau siap, ya kembali ke RS untuk operasi," katanya.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close