XL Axiata Peroleh Pinjaman Rp2,5 Triliun
Senin, 6 Agustus 2012 | 13:17
Presdir PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi (kanan), CEO Blaast Joonas Hjelt (kiri), Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring (dua dari kanan) . Foto: Investor Daily/ist JAKARTA-PT XL Axiata Tbk (EXCL) mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp2,5 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
"Fasilitas kredit ini berjangka waktu maksimal lima tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit pada 3 Agustus 2012," kata Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin (6/8).
Menurut Hasnul, waktu penarikan fasilitas kredit maksimal 12 bulan setelah penandatanganan perjanjian kredit tersebut. Dana ini untuk membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) dan pembayaran kembali (refinancing) utang jatuh tempo.
"Tujuannya untuk 'capex' dan 'refinancing'," tuturnya.
Pada awal tahun, XL sudah mendapatkan pinjaman sekitar Rp3 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk. Februari 2012, XL juga mengantongi dana pinjaman Rp1 triliun dari Bank Mandiri. Bahkan, XL sudah mencairkan sebagian pinjaman atau Rp280 miliar dari plafon Rp1 triliun dari Bank of Tokyo Mitsubishi.
Pada tahun ini, XL mengalokasikan belanja modal sekitar Rp8 triliun, 60 persen dari belanja modal tersebut untuk meningkatkan infrastruktur 3G sebagai penunjang layanan data yang menjadi fokus korporasi.
Pada kuartal II-2012, XL Axiata telah membangun 2.290 menara Base Transceiver Station (BTS) 3G terbaru dan merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah perusahaan. Jumlah pelanggan XL tumbuh 18 persen menjadi 45,9 juta pelanggan.
Selain itu, hingga akhir tahun ini XL memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp900 miliar. Oleh sebab itu, XL membiayainya lewat pinjaman perbankan sekitar 70 persen dan sisanya 30 persen melalui kas internal perseroan.
Paruh pertama tahun ini, XL sudah melunasi utang jatuh tempo sekitar Rp2,1 triliun, meningkat dari Rp10 triliun pada semester I-2011 menjadi Rp12,7 triliun pada semester I-2012. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
‘BEI Hanya Kalah Oleh Bursa Singapura’
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
OJK: Pasar Modal Asean Harus Sederajad
Pengembang Singapura Jajaki Investasi di Indonesia
Krakatau Steel tak Bagikan Dividen
Indonesia Harus Serius Kembangkan Inovasi Teknologi