ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Waskita Yakin Proyek di Riyadh Tuntas 2012
Kamis, 10 Mei 2012 | 11:42

JAKARTA- Direktur Utama PT Waskita Karya Persero Muhammad Choliq optimistis pekerjaan pembangunan King Saud University dan King Abdullah District Financial di Riyadh, Arab Saudi, dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

"Kami sebagai kontraktor yang ditunjuk oleh pemerintah di sana untuk membangun tiga gedung. Nilai proyek keduanya ini sebesar Rp500 miliar," tutur Choliq di kantor Kementerian BUMN, Kamis (10/5).

Ia menjabarkan pembangunan King Saud University berada di dalam kawasan King Abdullah District Financial dan saat ini pekerjaan proyek sudah mencapai 30 persen.

"Karena hanya ada tiga gedung yang akan kita bangun jadi tidak memerlukan waktu yang lama dalam pembangunannya," ungkapnya.

Pembangunan Kompleks King Abdullah Financial District merupakan proyek Pemerintah Arab Saudi untuk menciptakan kawasan bisnis yang tersentralisasi. Proyek ini merupakan langkah pengembangan sektor keuangan, di samping industri minyak dan gas yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Arab Saudi.

Sementara itu, Direktur Operasi II Waskita Desy Arryani mengungkapkan dalam empat bulan pertama 2012, Waskita berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp4,7 triliun. Kontrak ini diperoleh dari pengerjaan Tol Nusa Dua Bali senilai Rp80 miliar, proyek jalan tol JORR W2 Utara Seksi II Rp2 triliun, pengerjaan proyek MRT Land Transportation bersama Kajima, serta beberapa proyek APBN Pemda.

"Saat ini, pasar konstruksi tengah bagus-bagusnya sehingga kami ingin memanfaatkannya dengan baik," kata Desy.

Dengan perolehan kontrak baru tersebut, ia optimistis perseroan dapat mengantongi kontrak baru sepanjang 2012 sebesar Rp11,05 triliun. Bila ditotal jumlah keseluruhan kontrak perusahaan pada 2012 berkisar Rp16-17 triliun.

"Sekitar Rp9-9,5 triliun akan dibukukan sebagai penjualan atau pendapatan kami pada tahun ini," tuturnya.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan (RKAP) 2012, BUMN konstruksi ini mengincar perolehan pendapatan sebesar Rp9,138 triliun dengan laba bersih Rp205,536 miliar.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close