ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Warga Bromo Perlu Waspadai Tanah Longsor
Rabu, 2 Maret 2011 | 23:52

Sebuah bangunan kantor desa roboh akibat tak kuat menahan terjangan abu vulkanik Gunung Bromo di Desa Ngadirejo, Probolinggo, Jawa Timur. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ss/mes/11 Sebuah bangunan kantor desa roboh akibat tak kuat menahan terjangan abu vulkanik Gunung Bromo di Desa Ngadirejo, Probolinggo, Jawa Timur. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ss/mes/11

SURABAYA- Warga di sekitar Gunung Bromo perlu mewaspadai terjadinya tanah longsor sebagai dampak dari bertumbangannya pepohonan akibat terbebani material vulkanik selama aktivitas gunung api berketinggian 2.392 meter dari permukaan laut itu meningkat sejak November 2010.

"Masyarakat diharapkan waspada terhadap pohon tumbang karena beban abu dapat memicu terjadinya tanah longsor," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Dewi J Putriatni, di Surabaya, Rabu.

Mengingat hujan abu yang masih berlangsung, dia juga menyarankan masyarakat menyiapkan masker penutup hidung dan pelindung mata. "Untuk atap rumah yang terkena dampak hujan abu segera dibersihkan saja agar jangan sampai roboh," kata mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim itu.

Kepada warga yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Jurang Perahu, DAS Jurang Nganten, dan DAS Sukapura juga diingatkan untuk tetap waspada kemungkinan terjadinya aliran lahar dingin bila terjadi hujan lebat di sekitar Cemorolawang, Ngadisari, dan Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Sampai saat ini Gunung Bromo berstatus Siaga (level III) dan masih terus mengeluarkan abu vulkanik dari dalam kawah. Abu tersebut mengarah ke wilayah timur atau ke Desa Ngadirejo Kecamatan Sukapura, dan Desa Wonokerto, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!