ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

ICW BUKA POSKO PENGADUAN

UN SMP Lebih Kompleks
Oleh Novy Lumanauw | Selasa, 24 April 2012 | 10:20

Seorang petugas mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) melalui monitor yang tersambung dengan kamera closed-circuit television (CCTV), di SMP Negeri 2 Semarang, Jateng, Senin (23/4). Data dari Kemendiknas menyebutkan, jumlah peserta UN jenjang SMP/ sederajat di seluruh Indonesia pada tahun 2012 tercatat sebanyak 3.740.043 siswa. Foto: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/ed/ama/12 Seorang petugas mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) melalui monitor yang tersambung dengan kamera closed-circuit television (CCTV), di SMP Negeri 2 Semarang, Jateng, Senin (23/4). Data dari Kemendiknas menyebutkan, jumlah peserta UN jenjang SMP/ sederajat di seluruh Indonesia pada tahun 2012 tercatat sebanyak 3.740.043 siswa. Foto: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/ed/ama/12

JAKARTA – Mendikbud Muhammad Nuh mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat jauh lebih kompleks dibandingkan dengan UN tingkat sekolah menengah atas (SMA). UN SMP yang berlangsung sejak kemarin diikuti oleh 3.740.043 siswa. Para peserta UN ditampung di 209.548 ruang ujian dan melibatkan 418.096 pengawas.

“UN SMP lebih kompleks karena cakupannya dimulai dari tingkat kecamatan, sehingga para pengawas perlu memberikan pelayanan hingga ke pelosok desa,” jelas Mendikbud saat inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi SMP Negeri 19 Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (23/4).

Mata pelajaran yang diujikan pada UN hari pertama adalah bahasa Indonesia. Mata pelajaran bahasa Inggris akan mengisi UN di hari kedua, matematika pada hari ketiga, dan ilmu pengetahuan alam (IPA) di hari terakhir.

Mendikbud mengatakan, proses pengawasan pelaksanaan UN melalui hierarki terstruktur. Penanggung jawabnya jelas, yaitu dari tingkat provinsi, kabupaten, rayon, dan subrayon.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close