ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

UKM Gulung Tikar Jika TDL Naik 10%
Rabu, 14 Maret 2012 | 14:49

Ilustrasi: Para pengunjung melihat sejumlah produk UKM untuk keperluan rumah tangga pada pameran Indonesia Furniture 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (13/11). Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Ilustrasi: Para pengunjung melihat sejumlah produk UKM untuk keperluan rumah tangga pada pameran Indonesia Furniture 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (13/11). Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA - Pelaku unit usaha kecil dan menengah (UKM) kemungkinan banyak yang terancam gulung tikar karena beban produksi yang terlalu besar jika pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10%.

"Perusahaan-perusahaan kecil dan UKM tidak akan bisa menanggung beban yang sangat besar, dan ada kemungkinan harus ditutup apabila kenaikan TDL tetap dilakukan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi di Jakarta, Rabu.

Sofyan mengatakan bahwa yang akan terkena dampak dari kenaikan TDL untuk pertama kali adalah UKM yang kebanyakan masih berada dalam skala industri sangat kecil.

"Apabila pemerintah bersikeras untuk menaikkan TDL, industri kecil bisa tutup, dan harus diingat saat ini kita sudah tidak bisa bersaing dengan barang-barang impor yang harganya jauh lebih murah," tambah Sofyan.

Apabila banyak UKM dan perusahaan kecil yang tutup, lanjut Sofyan, bukan hanya akan menambah pengangguran, kemiskinan akan meningkat dan perekonomian nasional akan kehilangan momentum untuk bisa berkembang dengan lebih baik lagi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Industri Elektronika dan Alat Listrik Rumah Tangga Indonesia, Yeane Keet, mengatakan, kenaikan TDL akan menambah biaya produksi.

"Apabila TDL naik, biaya produksi dapat dipastikan juga akan mengalami kenaikan berkisar tujuh persen, sementara untuk biaya material juga akan naik sebesar empat persen, sehingga produk dalam negeri tidak akan memiliki daya saing," kata Yeane.

Yeane mengatakan, dengan semakin menurunnya daya saing barang-barang produksi dalam negeri dikarenakan biaya produksi terlalu tinggi, maka akan memberikan dampak pada penurunan produksi, bahkan akan bisa menyebabkan pengurangan karyawan.

"Sebaiknya kebijakan untuk menaikkan TDL ditinjau ulang, apalagi belum lama upah minimum untuk buruh juga telah naik," tambah Yeane.

Yeane mangatakan bahwa sebenarnya sudah ada rencana investasi di bidang elektronik, namun masih akan ditunda karena kondisi yang tidak pasti.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan TDL secara bertahap sebesar 10% mulai Mei 2012. Menteri ESDM Jero Wacik, mengatakan, sesuai RAPBN Perubahan 2012, kenaikan TDL tidak dilakukan bersamaan dengan harga BBM bersubsidi .

"Kalau kenaikan harga BBM bersubsidi diputuskan April 2012, maka TDL dilakukan Mei 2012," kata Jero. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close