ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Tol Cikampek-Palimanan Ditargetkan Selesai 2014
Kamis, 8 Desember 2011 | 12:23

JAKARTA-Pemerintah menargetkan, proyek pembangunan tol Cikampek-Palimanan (116 km) dapat diselesaikan pada tahun 2014.

"Pembangunan Jalan Tol Cikampek - Palimanan yang hari ini (8/12) akan dimulai pelaksanaannya direncanakan dapat diselesaikan pada 2014," kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto dalam Pencanangan Pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan, di gerbang tol Cikopo, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (8/12).

Hadir juga dalam kesempatan itu, Menteri Kerja Raya Malaysia YB Datuk Seri Shaziman bin Abu Mansor, Gubernur Jawa Barat A Heryawan dan pejabat terkait lain di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut Djoko, ruas ini merupakan bagian yang sangat penting dari Jalan Tol Trans Jawa dan salah satu pendukung utama distribusi penumpang, barang dan jasa dari dan menuju Jakarta dan kota kota lain di bagian tengah serta timur Pulau Jawa.

Pengusahaan Jalan Tol Cikampek - Palimanan dilaksanakan oleh PT Lintas Marga Sedaya (LMS) dengan komposisi pemegang saham PLUS Expressways Berhad, Malaysia sebesar 55% dan PT Baskhara Utama Sedaya sebesar 45%.

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ditandatangani pada tanggal 21 Juli 2006 dan telah diamandemen pada tanggal 27 Oktober 2011.

Total investasi pembangunan Jalan Tol Cikampek - Palimanan sebesar Rp12,56 triliun dengan masa konsesi 35 tahun.

"Pendanaannya berasal dari modal sendiri 30% dan sisanya pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank Mandiri dan BCA," kata Djoko.

Djoko melanjutkan, tanah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan konstruksi seluas 1.022 Ha dan telah dibebaskan seluas 952 Ha atau 93 persen.

Sisa tanah yang belum dibebaskan saat ini dalam proses penyelesaian baik melalui musyawarah maupun konsinyasi dan diharapkan dapat diselesaikan pada Maret 2012.

Guna mendukung pengadaan tanah, kata Djoko, pemerintah telah mengalokasikan dana pinjaman BLU sebesar Rp525 miliar Djoko menilai, jika tol ini beroperasi, maka akan memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas pada koridor Pantai Utara Jawa.

Selain itu juga, akan membuka akses lebih luas kepada kota-kota di sekitar Jakarta dan Cirebon dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

"Penyerapan tenaga kerja selama konstruksi dan operasi sudah pasti akan terjadi. Kinerja logistik kawasan juga akan meningkat," katanya.

Djoko memberikan contoh bagaimana sejak Tol Cipularang selesai dibangun multiplier efeknya terbukti begitu besar, baik secara sosial maupun ekonomi.

Sejak Jakarta - Bandung bisa ditempuh hanya dalam waktu dua jam, kata Djoko, maka volume perdagangan, perindustrian dan penciptaan lapangan kerja di Jakarta, di Bandung dan diantara Jakarta dan Bandung telah meningkat berlipat ganda.

"Termasuk sektor jasa makanan dan minuman pun tumbuh dengan sehat di sepanjang Jalan Tol Cipularang.," katanya.

Djoko menyebut, hal yang sama bisa terjadi bila Cikampek ? Palimanan sudah mulai beroperasi.

"Waktu tempuh Jakarta ke Cirebon bisa diperpendek menjadi kurang lebih tiga jam, sehingga interkoneksi Jakarta dan Cirebon menjadi lebih kuat," katanya..

Ramah lingkungan Pada kesempatan itu, Djoko juga berharap LMS dapat membangun jalan tol yang tidak hanya berkualitas tetapi juga ramah lingkungan hingga dapat memberikan manfaat lebih kepada pengguna jalan tol.

"Kami juga akan terus berupaya untuk dapat meningkatkan dan memperbaiki proses investasi sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan jalan tol," katanya.

Namun, Djoko berharap Plus Expressway (Bhd) dan Baskhara Utama Sedaya dapat menceritakan ke komunitas investor lainnya, khususnya yang tertarik dengan sektor infrastruktur di Indonesia, bahwa investasi jalan tol di Indonesia tidaklah sesulit yang dibayangkan.

"Investor kini jauh lebih paham mengenai berbagai keunikan dari Public Private Partnership di Indonesia. Kami siap mendukung setiap penanaman modal di sektor infrastruktur," katanya.

Menanggapi hal itu, Presiden Direktur PT LMS, Muhammad Fadzil mengatakan, pihak berkomitmen untuk menyediakan jalan tol yang ramah lingkungan.

"Kami akan menanam lebih dari 25 ribu pohon sepanjang jalur Cikampek-Palimanan. Jumlah itu akan terdiri 80 jenis pohon," katanya.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!