ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

TNI AU Tambah Puluhan Pesawat Tempur
Jumat, 29 Juli 2011 | 14:13

YOGYAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) akan menambah puluhan pesawat tempur, baik jenis Super Tocano, T- 50, F-16, Sukhoi hingga pesawat angkut jenis Hercules untuk memperkuat pertahanan dan kekuatan udara pada 2012 mendatang.

"Terhitung Maret 2012 nanti, sebanyak 16 unit atau satu skuadron pesawat Super Tocano yang menggantikan jenis OV-10 akan didatangkan secara bertahap," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat usai upacara peringatan ke-64 Hari Bakti TNI AU di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara (AAU) Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, setiap tiga bulan, sebanyak empat unit pesawat Super Tocano akan didatangkan, sementara pesawat TI50 saat ini telah ditandatangani kontrak, dan diharapkan telah datang pada 18 bulan ke depan.

Mengenai proses mendapatkan hibah 24 unit F-16 dari Amerika Serikat, kata KSAU, hanya tinggal menunggu keputusan Kongres Amerika dan pihaknya akan mengirimkan pilot untuk belajar di Amerika.

Tak hanya itu, kata dia, pesawat tempur jenis Sukhoi juga akan ditambah enam unit lagi pada tahun 2012.

"Dana untuk pembelian Sukhoi sudah dialokasikan. Kita juga akan menambah sembilan unit pesawat angkut Hercules, sehingga totalnya menjadi 29 unit. Tahun ini dapat empat unit hibah dari Australia," paparnya.

Selanjutnya akan dilakukan pengkajian untuk penempatan pesawat-pesawat tersebut di titik rawan wilayah udara di Indonesia, khususnya di kawasan timur.

Ia menambahkan, kekuatan militer, termasuk Angkatan Udara akan berdampak pada bargaining politik dalam penyelesaian konflik.

"Angkatan udara merupakan salah satu komponen kekuatan yang dapat menjadi ‘bargaining power’ dalam upaya menyelesaikan konflik antarnegara. Kita harus punya kekuatan udara yang kapabel dan kuat," tambah KSAU. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

djaya | 6:47pm Sep 1, 2011

Penambahan kekeuatan udara agar segera dapat direalisir, sehingga negara ini kembali disegani oleh kawan maupun lawan.





Close