ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Tingkat Hunian Hotel di Biak Meningkat
Senin, 10 Oktober 2011 | 13:52

BIAK- Tingkat hunian hotel di kabupaten Biak Numfor, Papua, menjelang pelaksanaan festival kreasi seni se Papua meningkatan hingga 10% dibanding biasanya.

Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia Biak yang juga Manager Hotel Arumbai, Jhon Yanwarin, di Biak, Senin, mengakui, tingkat hunian kamar hotel di Biak biasa akan penuh jika dilaksanakan kegiatan pemerintahan atau event festival seni atau organisasi.

"Sampai beberapa hari ke depan, hunian kamar di berbagai hotel penuh. Untuk Hotel Arumbai sudah ramai karena dipesan panitia festival dan kegiatan pertemuan Kopertis XII," kata Jhon.

Ia mengatakan, tingkat hunian hotel diperkirakan meningkat lagi karena dalam beberapa hari mendatang kabupaten Biak Numfor akan menjadi tempat pertandingan tinju Pra PON 2011 yang diikuti petinju utusan 33 provinsi di Indonesia.

Hanya saja untuk kegiatan tinju, lanjut Yanwarin, hingga saat ini pihak manajemen hotel Arumbai belum mendapat pemesanan kontingen mana yang akan menginap selama pertandingan tinju Pra PON 2011.

"Yang jelas sampai sekarang kamar hotel sebagian besar penuh, ya jika selesai kegiatan festival dan pertemuan kegiatan Kopertis XII Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat kemungkinan tingkat hunian kamar mulai berkurang," ujarnya.

Hingga Senin siang sejumlah hotel di kabupaten Biak Numfor mulai ramai sehari menjelang pembukaan event festival seni kreasi se Papua yang akan dibuka, Selasa sore, bertempat di museum Cenderawasih Jalan Sisingamangaraja distrik Biak Kota.

Festival kreasi seni se Papua di Biak merupakan agenda tahunan dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Papua dalam rangka mengembangkan kreativitas serta mempertahankan eksistensi seni budaya asli masyarakat adat Papua.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!