ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 28 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Tindaklanjuti Kerjasama Produk Unggulan dengan Thailand
Selasa, 11 September 2012 | 11:45

JAKARTA-Pakar ekonomi Latif Adam berpendapat pemerintah perlu segera menindaklanjuti peluang kerjasama perdagangan produk unggulan dengan Thailand yang sempat mengemuka pada forum kerjasama ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

"Karena sesama produsen produk unggulan seperti karet, kita memiliki banyak kesamaan dan realisasinya bisa lebih mudah. Tinggal bentuk tindaklanjut dengan bargaining yang tepat untuk merealisasikannya," kata Latif Adam di Jakarta, Senin (10/9).

Ekonom LIPI itu mengimbau Kementerian-kementerian terkait, seperti Kementerian Perdagangan, segera menindaklanjuti peluang itu dengan bentuk kerjasama yang sistematis.

Latif mengatakan kerjasama bilateral selama ini, berjalan kurang sistematis. Salah satu penyebabnya karena pemerintah Indonesia kurang memanfaatkan peran atase-atase perdagangan di negara sahabat.

"Tindak lanjut itu perlu kerjasama yang sistematis mengenai biaya, `trade policy'. Selama ini sistemnya lebih bersifat sporadis," kata Latif Menyinggung kerjasama yang mengemuka dalam forum APEC, dia menilai kerjasama perdagangan produk unggulan seperti karet dengan Thailand paling mudah diimplementasikan dan pantas diprioritaskan Namun, Latif tetap mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjuti segala bentuk komitmen dan kerjasama yang mengemuka di APEC dengan mengupayakannya menjadi kesepakatan bilateral.

"Tentu karet lebih mudah, apalagi dengan hubungan antar dua negara. Jika infrastruktur, investor akan melihat ekspektasi yang tinggi dan segala sesuatu mengenai biaya dan kepastian lahan. Begitu juga dengan hambatan kesiapan infrastruktur di luar Jawa," katanya.

Dengan kerjasama itu, menurut Latif, Indonesia bisa semakin memperkuat strategi ekonomi kawasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, di forum APEC yang diselenggarakan di Vladivostok, Rusia pada Sabtu (8/9) dan Minggu (9/9) , Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membicarakan kerjasama mengenai komitmen hubungan ekonomi berbagai bidang dengan beberapa kepala negara.

Beberapa pembicaraan itu mengenai pemasaran produk unggulan dengan Thailand, mobil ramah lingkungan dengan Korea Selatan dan beberapa kerjasama lainnya.

Selain itu Presiden juga membicarakan mengenai kerjasama dalam kerangka "comprehensive innovation" dengan pemimpin Meksiko, Peru dan Chili.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!