ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Timor Leste Puji Kemerdekaan Pers di Indonesia
Rabu, 9 Februari 2011 | 9:33

KUPANG- Wakil Perdana Menteri Timor Leste Joze Louis Guterres mengapresiasi dan memuji kemerdekaan Pers yang sedang terjadi di Indonesia sejak awal reformasi hingga saat ini yang dilakukan secara bebas dan bertanggung jawab.

"Ini sebuah langkah maju yang perlu ditiru para pekerja Pers di Timor Leste dan pemerintahan Xanana Gusmao berkomitmen untuk memajukan masyarakat Pers di negara baru itu," katanya di Kupang, Selasa (8/2).

Ia mengatakan hal ini usai menghadiri Peresmian Monumen Pers dan Gong Perdamaian Nusantara di Tamana Nostalia dan Peresmian "Rumah Pintar" di Kelurahan Naioni Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Joze Louis Guterres, ia segera menindaklanjuti kebebasan berpendapat itu di negaranya dalam proses pembangunan negara baru itu.

Ia mengatakan, salah satu bentuk komitmen pemerintahan negara Timor Leste terhadap kemerdekaan Pers menempatkan seorang menteri khusus untuk urusan Informasi dan Komunikasi.

Selain itu, negara yang baru berusia sebelas tahun itu mengalokasikan anggaran untuk memfasilitasi para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik guna mengikuti pendidikan dan latihan ke Indonesia seperti ke Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di Surabaya dan Yogyakarta

"Bentuk komitmen lain adalah menyiapkan draf Undang-Undang yang mengatur tentang Pers dan segara melakukan konsultasi ke Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat untuk finalisasi peraturan tersebut," katanya.

Hal ini katanya dimaksudkan agar memberi perlindungan hukum bagi para pekerja Pers sekaligus memberi kesejahteraan yang berimbang dengan tugas yang diemban, sehingga benar-benar berkontribusi terhadap pembangunan di Timor Leste.

Joze Louis Guterres yang saat itu didampingi Ketua PWI Pusat Margiono mengatakan saat ini di Timor Leste belum memiliki media sebanyak yang ada di Indonesia.

"Meskipun baru sekitar lima media cetak dan dua stasiun televisi serta sejumlah pengelola radio yang ada di Dili, Timor Leste saat ini, namun negara ini berdiri sendiri telah menempatkan satu menteri untuk mengurus tentang Pers dan Jurnalistik," katanya.

Ia juga berterimakasih kepada PWI Pusat dan Panitia HPN ke-65 yang berkenan memberikan Medali Emas Persahabatan Pers untuk masyarakat Pers Timor Leste.

"Pemerintah dan masyarakat Timor Leste mengapresiasi penghargaan ini dan merupakan suatu kebanggaan bagi kami sekaligus bentuk tanggungjawab untuk memberi tempat dan mendukung kebebasan Pers di negara itu," katanya.

Khusus untuk para pekerja Pers di Timor Leste, diharapkan memaknai penghargaan Medali itu sebagai motivasi untuk melaksanakan tugas Pers dan Jurnalistik selalau menjunjung tinggi kaidah-kaidah atau kode etik yang ada dan dimiliki negara Timor Leste, tanpa mengabaikan persahabatan dengan sesama Pers dari negara sahabat seperti Indonesia. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close