ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Terus Bertambah, Korban Merapi Jadi 54 Jiwa
Jumat, 5 November 2010 | 12:24

YOGYAKARTA-Mayat korban letusan Gunung Merapi terus bertambah. Hingga pukul 11:10 WIB, Jumat --seperti dilansir TVone -- jumlah korban sudah mencapai 54 orang.

Proses identifikasi masih terus dilakukan sebelum diserahkan kepada para keluarga korban yang hingga saat ini masih menunggu di Rumah Sakit Dokter Sarjito.

Korban tewas yang terkena awan panas dan banjir lahar Merapi ditampung di ruang forensik untuk kemudian dilakukan identifikasi. Seluruh korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Mayat-mayat ini diangkut menggunakan berbagai jenis kendaraan yang dibawa oleh tim penyelamat (SAR) dan anggota TNI dari pemukiman di kawasan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

TIm SAR mengaku kesulitan melakukan evakuasi karena abu dan lumpur masih sangat panas. Oleh karena itu, diduga masih banyak mayat korban yang belum dievakuasi hingga kini.

Gunung Merapi kembali meningkatkan aktivitasnya hingga Jumat dini hari. Letusan Merapi tak kunjung berhenti. Rangkaian letusan Merapi kali ini diperkirakan merupakan yang terbesar dalam 100 tahun terakhir.

UGM Tampung Pengungsi
Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan tiga tempat pengungsian bagi warga lereng Merapi yang turun ke kota. Tiga tempat itu yakni, Gelanggang Mahasiswa UGM, Pusat Kebudayaan Prof Koesnadi (Purna Budaya) dan Tenis Indoor.

"Tapi 3 tempat itu tidak dibuka serentak," kata Kabid Humas UGM, Suryo Baskoro, seperti dikutip detikcom, Jumat.

Saat ini, sudah ada 390 pengungsi di Gelanggang Mahasiswa UGM. "Kalau kapasistas Gelanggang tidak cukup, baru dua tempat yang lain difungsikan," kata Suryo.

Mengenai kebutuhan logistik para pengungsi, Suryo mengatakan, pihak universitas memang memiliki anggaran untuk kegiatan sosial. Di samping itu, UGM juga akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional dan Panitia Nasional Penanggulangan Bencana.

Kampus UGM terletak sekitar 25-26 km dari Merapi, sedangkan pusat kota Yogya (sekitar Keraton Yogya), sekitar 30 km dari Merapi. Dengan demikian, pengungsi semakin mendekat ke pusat kota. (gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!