Telkom Perdalam Kajian Buyback Saham Singtel
Senin, 11 Juli 2011 | 17:04
SMPCS merupakan bagian dari proyek jaringan infrastruktur Nusantara Super Highway yang akan menghubungkan seluruh Nusantara mulai dari Banda Aceh hingga Papua dalam enam ring. JAKARTA- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan ingin perdalam kajian rencana membeli kembali (buyback) 35% saham Singapore Telecommunications (SingTel) pada PT Telkomsel.
"Kita sedang membahas rencana pengambilalihan saham SingTel di Telkomsel. Kita sih..inginnya lebih cepat, namun tentunya harus melalui persyaratan yang ada," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, usai peluncuran Speedy Tour d'Indonesia, di Jakarta, Senin (11/7).
Menurut Rinaldi, saat ini perseroan sedang melakukan pendekatan dengan pihak SingTel.
"Secara informal rencana tersebut sudah kami sampaikan, tinggal menindaklanjutinya setelah evaluasi "term and condition-nya selesai," katanya.
Rencana aksi korporasi Telkom mengakuisisi saham SingTel di Telkomsel merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Meski demikian Rinaldi tidak merinci lebih lanjut dana yang disiapkan untuk mengambil alih saham SingTel tersebut.
Ia hanya berharap seluruh saham SingTel dapat dibeli sehingga kepemilikan Telkom di Telkomsel nantinya bisa mencapai 100% karena saat ini sebanyak 65% dimiliki Telkom.
Swap Sebelumnya Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menuturkan kemungkinan buyback tersebut dilakukan dengan cara menukar (swap) saham Telkomsel yang dimiliki SingTel dengan saham Telkom.
Jika tawaran itu diterima, SingTel akan menjadi salah satu pemegang saham Telkom.
Perusahaan pelat merah ini akan menukar saham Telkomsel dengan treasury stock yang ada pada Telkom.
Diketahui saat ini jumlah treasury stock Telkom mencapai 2,5% dengan asumsi buyback tahap IV terlaksana sesuai target, jumlah treasury stock Telkom akan meningkat hingga 5,63 persen.
Menurut Rinaldi, semua kemungkinan opsi yang ada akan dilakukan mulai dari membeli saham SingTel dengan uang kas yang dimiliki perseroan maupun dengan pinjaman perbankan.
"Kita memiliki Bank BUMN yang memiliki kemampuan untuk mendanai pembelian tersebut. Kita bisa melakukan pinjaman bank," ujarnya.
Namun terkait dengan opsi swap diutarakan Rinaldi, hal itu merupakan domain Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Telkom.
"Itu keputusannya ada pada Menteri BUMN(Mustafa Abubakar, red)," ujarnya.
Meski demikian ia berharap rencana aksi korporasi tersebut dapat rampung tahun 2011 ini juga.
"Kalau Telkomsel dikonsolidasikan ke Telkom tentu sangat menguntungkan perseroan, selain terjadinya konsolidasi juga akan ada sinergi dari layanan dan infrastruktur," katanya.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pemerintah Kenakan Bea Keluar 65 Bahan Mineral
Harum Energy Bagi Dividen Rp380 per Saham
Bank Dunia Alokasikan US$ 2 Miliar untuk Indonesia
Optimistis Potensi Sepatu Indonesia di Pasar Dunia
Medco Tawarkan Kupon Obligasi 8,75%
PLN Garap 149 Pembangkit Mini Hidro
Saham BBRI Teraktif Diperdagangkan