Taufiq Kiemas Desak Tokoh Senior Tahu Diri
Rabu, 4 Juli 2012 | 7:50
Taufiq Kiemas. (jktpress) JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufik Kiemas mendesak para tokoh-tokoh senior rela memberikan jalan bagi kaum muda untuk regenerasi kepemimpinan nasional saat ini, karena kalau tidak maka yang terjadi kemunduran.
"Daripada tidak tahu diri, maka saya kasih tahu lebih dahulu saja," kata Ketua MPR Taufiq Kiemas usai menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato' Muhyiddin bin haji Mohd Yassin di kediaman Jl Teuku Umar Jakarta, Selasa (3/7).
Pernyataan Taufiq Kiemas tersebut disampaikan ketika menjawab pertanyaan soal deklarasi Capres Aburizal Bakrie Kedatangan Wakil PM Malaysia bersama rombongan dilakukan untuk menjenguk Ketua MPR Taufiq Kiemas yang baru sembuh dari sakit.
Lebih lanjut Kiemas menjelaskan dalam pertemuannya dengan wakil PM Malaysia juga dijelaskan bahwa negeri jiran tersebut sudah mulai melakukan regenerasi kepemimpinan nasional mereka.
"Malaysia saja sudah lakukan alih generasi, regenerasi masak kita tidak. Malu dong," kata Kiemas.
Menurut Kiemas, untuk bisa melakukan regenerasi maka yang tua-tua harus rela dan bersedia untuk mendorongnya. Jika yang tua tidak mendorong, Kiemas maka regenerasi tidak akan terjadi.
Karena itu, Taufiq Kiemas mendesak tokoh-tokoh tua untuk memberikan jalan bagi terjadinya alih generasi.
Kiemas menjelaskan jika yang rela memberikan jalan maka nanti arus bawah akan ikut mendukungnya.
"Kalau balik ke orang tua lagi itu mundur, itu balik lagi. Kita harus alih regenerasi. Yang tua-tua ini mendorong alih generasi," ujarya.
Dalam berbagai pertemuan Ketua MPR Taufik Kiemas selalu mengajak para tokoh pemimpin senior di Indonesia untuk melakukan regenerasi kepemimpinan kepada kaum muda.
Bagi Taufik, usulan-usulan untuk mencalonkan kaum muda sebagai pemimpin merupakan ide yang sangat bagus, namun hal itu tidak akan tercapai jika tokoh senior tidak memberikan dorongan.
Taufiq menyangkal bahwa pernyataannya soal regenarasi kepemimpinan itu mengacu pada Megawati Soekarnoputri kepada Puan Maharani.
Kiemas berpendapat bahwa kalaupun ada regenerasi kepemimpinan dari orang tua kepada anak, istri atau kerabat yang lain, hal tersebut merupakan hak masing-masing individu.
Menurut Taufiq, sudah saatnya pimpinan partai politik mempersiapkan kader muda untuk menjadi pemimpin bangsa.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kenaikan Harga BBM Membuat Ekonomi Stabil
Multipolar Technology akan Lepas 20% Saham
Penjualan Aset Tak Terkait Pilpres
Pasar Finansial Tunggu Kejelasan dari The Fed
Mendag: EKonomi Indonesia Terbesar ke-15 di Dunia
Indonesian Bimmers Gelar Gathering di Buperta Cibubur
Perbankan Jangan Buru-Buru Naikkan Bunga Kredit