ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Tari Saman Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya
Senin, 18 April 2011 | 15:52

Tari Saman dari Aceh diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Foto: nusantaranews.com Tari Saman dari Aceh diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Foto: nusantaranews.com

JAKARTA - Tari Saman yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam akan dikukuhkan oleh badan PBB, UNESCO, sebagai warisan budaya dunia tak benda pada November 2011.

"Tari Saman akan diumumkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO pada 19 November 2011," kata Kepala Badan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), I Gde Pitana, di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, dengan diakuinya Tari Saman itu maka makin banyak karya budaya bangsa Indonesia yang telah diakui UNESCO termasuk sebelumnya wayang, keris, batik, dan angklung.

Badan PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya itu akan mengumumkan pengakuan terhadap Tari Saman sebagai intangible heritage di Bali.

"Untuk mendapatkan pengakuan ini perlu proses verifikasi yang panjang. Dan ke depan kita targetkan warisan dunia milik Indonesia yang diakui UNESCO akan semakin banyak," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengupayakan berbagai hal untuk dapat mencatatkan Tari Saman sebagai warisan budaya dunia.

Perjuangan tersebut telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu hingga akhirnya Tari Saman diakui masuk dalam "Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity".

Hingga saat ini warisan dunia yang dimiliki Indonesia sudah 11 buah. Dari 11 warisan dunia yang dimiliki Indonesia, 4 di antaranya berupa alam, tiga cagar budaya, dan empat karya budaya takbenda.

Untuk warisan dunia berupa alam terdiri dari Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Lorentz, Papua, dan hutan tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan).

Sementara untuk cagar alam yakni Kompleks Candi Borobudur yang diakui UNESCO sejak 1991, Kompleks Candi Prambanan (1991), dan situs prasejarah Sangiran.

Karya budaya takbenda milik Indonesia yang sudah dan akan diakui UNESCO yakni wayang (masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity, 2003), keris (masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity, 2005), batik (representatif list of the intangible cultural heritage of humanity, 2009), dan angklung (representative list of the intangible cultural heritage of humanity, 18 November 2010). (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!