ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 16 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Summarecon Cari Pinjaman Rp 1,2 Triliun
Oleh Elizabeth Gloria Brahmana | Senin, 7 Januari 2013 | 6:05

Komisaris Utama PT Summarecon Agung Tbk Soetjipto Nagaria (tengah), Direktur Summarecon Liliawati Rahardjo (kiri), dan Presdir Summarecon Johanes Mardjuki (kanan), berbincang usai rapat umum pemegang saham, di Jakarta, Kamis (31/5). Rapat menyetujui rencana pembagian dividen senilai total Rp 155,6 miliar atau Rp 23 per saham. Sementara itu, pada tahun buku 2011, perusahaan pengembang properti ini mencatat pendapatan Rp 2,36 triliun atau meningkat sekitar 39% dari 2010 yang hanya mencapai Rp 1,43 triliun. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO Komisaris Utama PT Summarecon Agung Tbk Soetjipto Nagaria (tengah), Direktur Summarecon Liliawati Rahardjo (kiri), dan Presdir Summarecon Johanes Mardjuki (kanan), berbincang usai rapat umum pemegang saham, di Jakarta, Kamis (31/5). Rapat menyetujui rencana pembagian dividen senilai total Rp 155,6 miliar atau Rp 23 per saham. Sementara itu, pada tahun buku 2011, perusahaan pengembang properti ini mencatat pendapatan Rp 2,36 triliun atau meningkat sekitar 39% dari 2010 yang hanya mencapai Rp 1,43 triliun. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO

JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencari pinjaman bank sebesar Rp 1-1,2 triliun untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp 1,5 triliun.

“Porsi pinjaman bank sekitar 70-80% dari total capex sebesar Rp 1,5 triliun. Pinjaman itu akan digunakan untuk investasi di proyek properti,” kata Direktur Utama Summarecon Johanes Mardjuki kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (6/1).

Summarecon juga akan memanfaatkan kas internal sebesar Rp 300-500 miliar untuk membiayai 20-30% capex. “Dana capex tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun sudah mencakup capex carry over 2012. Tahun lalu yang tidak terserap sekitar Rp 1,15 triliun,” ungkap Johanes.

Tahun lalu, Summarecon menganggarkan capex sebesar Rp 1,7 triliun. Namun, hingga akhir 2012, perseroan hanya menyerap capex sebesar Rp 550 miliar.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi digital di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close