ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Sultan HB X Enggan Komentari Pencapresan Dirinya
Rabu, 8 Februari 2012 | 16:59

YOGYAKARTA – Prinsip “Tahta untuk Rakyat” tampaknya dipegang teguh oleh Sri  Sultan Hamengku Buwono X. Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Gubernur DIY tersebut enggan mengomentari keinginan beberapa pihak yang akan mengusung dirinya sebagai Capres dalam Pemillu 2014.

"Saya tak mau komentar mengenai hal itu, masih terlalu pagi, 'subuh we durung' (subuh saja belum). Jadi, masih terlalu dini untuk membicarakan calon presiden dalam Pemilihan Umum 2014," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Dukungan kepada Sultan untuk maju sebagai capres berasal dari massa Paguyuban Rakyat Jogja Pro-Demokrasi atau Pagar Betis Kulon Progo, DIY. Mereka menilai kualitas dan kapabilitas Sultan sebagai tokoh reformasi layak sebagai capres dalam Pemilu 2014.

Sebelumnya, nama Sri Sultan HB X muncul dalam bursa capres Pemilu 2014 berdasarkan hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga, di antaranya Lembaga Survey Indonesia (LSI).

Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra mengatakan, munculnya dukungan pencapresan Sultan hanya sebatas manuver politik biasa.  

Menurut dia, masyarakat tidak perlu bereaksi terlalu serius, karena pihak-pihak yang ingin mencalonkan Sultan sebagai capres dalam Pemilu 2014 tidak peka terhadap kondisi masyarakat DIY saat ini.

"Masyarakat DIY saat ini masih dipusingkan oleh pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY yang tidak kunjung selesai," katanya. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close