Sido Muncul Tunggu Izin Masuk Singapura-Australia
Selasa, 12 Juni 2012 | 15:20
Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat (dua dari kiri) bersama para penari saat peluncuran program promo terbaru produk Kuku Bima Energi versi Eksotieme Kalimantan dan sarasehan budaya “Mari Berwisata di Negeri Sendiri” di Jakarta, Jumat (11/5). Dengan diluncurkan promo versi “Mari Berwisata di Negeri Sendiri” yang merupakan ide pemikiran Irwan Hidayat untuk memperkenalkan daerah wisata di Indonesia, diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Foto: Investor Daily/GAGARIN BOGOR - PT Sido Muncul optimistis produknya dapat masuk ke pasar Singapura dan Australia, yang hingga kini masih dalam proses pengajuan perizinan dari pemerintahan setempat.
"Kita masih menunggu perizinan dari Pemerintah Singapura dan Australia. Kita sudah mengajukan permohonan perizinan kepada Atase Singapura di Indonesia untuk memudahkan proses pengajuan, dan semoga dalam waktu dekat impian kita masuk pasar di dua negara ini bisa terwujud," kata Direktur Marketing PT Sido Muncul, Kris Irawan saat menghadiri acara bakti sosial operasi katarak gratis di Rumah Sakit Salak Bogor, Selasa.
Kris menyebutkan, dalam proses perizinan tersebut pihaknya telah meminta bantuan konsultan Singapura untuk membantu. Menurutnya, adanya konsultan mempercepat kepengurusan perizinan dan tidak memakan waktu lama.
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Direktur utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan produk jamu unggulan perusahaannya akan segera masuk pasar Singapura dan Australia dalam waktu dekat ini.
Masuknya Sido Muncul ke pangsa pasar Singapura dan Australia merupakan bukti bahwa obat herbal Indonesia semakin dipercaya. Mengingat, kedua negara tersebut dikenal sebagai negara yang cukup ketat dalam perizinan khususnya jenis obat-obatan.
Kris mengatakan, saat ini produk Sido Muncul sudah ada di beberapa negara seperti di Malaysia, Brunai Darussalam, Jeddah, Hongkong dan India. Produk-produk tersebut tersedia di toko-toko khusus produk asia atau Asia Store.
Menurut Kris, perkembangan produk Sido Muncul di luar negeri cukup berpotensi, saat ini pertumbuhannya di atas 5%. "Ini karena komunitas asia sangat menyukai produk kita, ternyata produk jamu Sido Muncul ini sangat cocok bagi masyarakat asia di tengah cuaca di luar negeri yang sering berubah-ubah," katanya.
Sido Muncul kini telah memproduksi 60 jenis produk unggulan, dengan setiap bulannya penjualan mencapai 250 juta saset dengan omset penjualan Rp3 miliar per bulannya. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
OJK Setujui Pengurahan Lot Saham di BEI
Direksi BUMN Wajib Mengajar SMA Masing-Masing
Ekonomi RI Lebih Stabil dari Tiongkok dan India
Penangkapan Aiptu LS Merupakan Upaya Paksa
JSS Bukan Proyek Prioritas 2014
Daya Tarik Investasi RI Tetap Tinggi
Miliki Aset di Lahan Waduk Pluit, Jokowi Tindak Tegas Jakpro
11:58pm | OJK Setujui Pengurahan Lot Sah...
setuju tu, mantap. investor ecek ecek(investor kali lima) kayak saya, jadi punya kesempatan beli saham bca, mandiri, dll