ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Serikat Pekerja Minta Kenaikan Upah pada 2014
Senin, 19 Agustus 2013 | 9:51

Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,  Aksi tersebut digelar terkait sistem kerja alih daya (outsourcing), menolak upah murah serta program badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) dan sistem jaminan sosial nasional (SJSN). Foto: Investor Daily/ ANTARA/Ismar Patrizki/ss/nz/12 Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Aksi tersebut digelar terkait sistem kerja alih daya (outsourcing), menolak upah murah serta program badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) dan sistem jaminan sosial nasional (SJSN). Foto: Investor Daily/ ANTARA/Ismar Patrizki/ss/nz/12

JAKARTA-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta pemerintah untuk menaikkan upah buruh pada 2014.

"Buruh menuntut kenaikan upah sebesar 50 persen, atau angkanya bisa dinegosiasikan. Tapi kenaikannya bukan 20 persen atau senilai inflasi," ujar Iqbal di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan beberapa alasan upah buruh harus dinaikkan yakni daya beli buruh yang menurun akibat kenaikan harga BBM, inflasi pada 2014 yang diperkirakan lebih dari dua digit, pertumbuhan ekonomi yang hampir enam persen, dan nilai kenaikan upah minimum bukan ditentukan oleh kemampuan industri padat karya tetapi ditentukan oleh biaya hidup layak.

Selain itu juga, pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus menegaskan Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi dunia dan daya beli masyarakat harus ditingkatkan.

"Beranjak dari pidato itu, buruh menolak kembalinya rezim upah murah yang ditengarai dengan pernyataan Ketua Umum Apindo dan Menperin bahwa kenaikan upah minimum 2014 hanya sebesar inflasi," jelas dia.

Dia mengatakan pihaknya jelas menolak nilai tersebut. Dan menolak sikap elit buruh tertentu apabila menyetujui nilai tersebut.

Iqbal menambahkan buruh Indonesia sedang mempersiapkan aksi besar-besaran secara bergelombang di seluruh Indonesia pada 3 hingga 7 September.

"Puncaknya rencana mogok nasional pada Oktober atau November dengan isu naikan upah minimum 50 persen dan jalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat dan tidak bertahap," jelas dia.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close