ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Sentul City Masuk Daftar Saham Terlikuid
Senin, 6 Agustus 2012 | 10:24

JAKARTA- Pengembang rumah mewah, PT Sentul City Tbk (BKSL) memasuki babak baru dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar saham paling likuid atau LQ45 untuk periode Agustus 2012 hingga Januari 2013 yang dirilis BEI, pekan lalu, mencatatkan nama BKSL sebagai salah satu emiten properti terlikuid, bersama lima emiten lain yang baru masuk dalam daftar LQ45.

Masuknya Sentul City Tbk dalam daftar LQ45 itu tentu tak lepas dari terus membaiknya kinerja emiten-emiten properti, khususnya pengembang resedensial dan kawasan industri belakangan ini. Sehingga saham-sahamnya banyak diburu oleh investor.

Pada semester I/2012 (year-on-year) tercatat laba bersih emiten properti mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan sembilan sektor lain yang tercatat di BEI.

Menurut Teuku Hendry Andrean, Analis dari PT Danpac Securities, saham-saham berbasis properti masih layak dikoleksi karena menjanjikan potensi pertumbuhan pendapatan  yang masih tetap terjaga.”Apalagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia hingga akhir tahun masih baik,” kata Andrean.

Riki Said, Direktur PT Broad Biz Asia, sebuah perusahaan pengembang perumahan dan bangunan komersial mengatakan, membaiknya kinerja Sentul City itu juga tak lepas dari semakin membaiknya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang terus mengembangkan kawasan seluas 3.100 hektar di daerah Sentul Selatan, Bogor-Jawa Barat.

“Berbagai pembenahan yang terus menerus dilakukan, salah satunya melalui konsep city of innovation serta lokasinya yang tidak jauh dari Jakarta, masih menjanjikan penjualan yang cukup tinggi,” kata Riki Said, di Jakarta, Minggu (5/8).

Riki memperkirakan, dengan strategi penjualan yang tepat serta dukungan dana yang memadai, permintaan terhadap rumah di kawasan Sentul City Tbk pada semester II/2012 akan meningkat. ”Apalagi ada kebanggaan (proud) dari penghuni yang tinggal di Sentul City,”kata Riki.

Pada kuartal I/2012 Sentul City Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 70,54 miliar. Nilai ini meroket 92% dari capaian periode sama tahun sebelumnya Rp 36,8 miliar.

Penjualan bersih perseroan juga tumbuh 64% menjadi Rp 155,8 miliar. Namun, beban pendapatan perseroan melonjak lebih besar, yakni 67%. Yaitu dari Rp 35,65 miliar menjadi Rp 59,94 miliar, sehingga menyebabkan laba kotor perseroan tumbuh sebesar 62% menjadi Rp 95,87 miliar.

Laba usahanya perseroan juga menggalami pertumbuhan yang baik, yaitu mencapai 86% menjadi Rp 75,05 miliar. Sampai 31 Maret 2012, total asetnya tercatat Rp 5,34 triliun dengan utang Rp 679,87 miliar. (*/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close