Semen Baturaja Optimistis Listing Awal November
Kamis, 28 Juni 2012 | 14:53
Ilustrasi foto: Istimewa JAKARTA - PT Semen Baturaja Persero optimistis mencatatkan saham perdana (initial public offering /IPO) l di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal November 2012, setelah masa penawaran pada Oktober 2012.
Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Rahardjo mengungkapkan di Jakarta, Kamis, perseroan diperkirakan menawarkan saham perdana 35% dengan target perolehan dana sekitar Rp1 triliun.
"Tapi berapa pastinya yang akan kita lepas masih terus dihitung. Intinya, kita masih menggunakan data yang disampaikan ke Kementerian BUMN, yakni 35%," kata Pamudji Rahajo saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta.
Menurut Pamudji, penggunaan dana IPO untuk meningkatkan kapasitas produksi terpasang dari 1,2 juta ton semen per tahun menjadi 2 juta ton semen per tahun pada akhir 2012. Peningkatan ini terjadi setelah membangun cement mill dan cement packing di Baturaja serta pembangunan pabrik baru berkapasitas terpasang 1,5 juta ton semen per tahun hingga akhir 2015.
"Intinya, kebutuhan hingga saat ini kita masih cukup. Jadi, penggunaan dananya lebih diarahkan tahun depan," ungkapnya.
Saat ini, proses privatisasi sudah selesai di Kementerian BUMN. Selanjutnya, aksi korporasi ini dibawa ke DPR untuk dimintakan persetujuan. Setelah selesai dari DPR, diharapkan peraturan presiden (PP) terbit.
"Ya, itu kan proses yang normal yang harus kita lalui. Kita harap pasar juga mendukung," katanya.
Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto mengungkapkan pemerintah menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi.
"Kami memutuskan Bahana sebagai lead underwriter-nya Semen Baturaja," kata Pandu. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Perkuat Pertahanan, TNI akan Pesan Alutsista Baru
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pesawat Jet Honda Sukses Mengudara
Emas Naik karena Dolar Melemah dan Pasar Saham Jatuh
BEI: Investasi di Indonesia Paling Menguntungkan
Mandiri Yakin Gubernur BI Teruskan Kebijakan Akuisisi Danamon