Rute Jakarta-Bangkok Diharapkan Tingkatkan Kerja Sama
Minggu, 12 Agustus 2012 | 5:55
CEO Tiger Airways Chin You Seng (kiri), CEO Saratoga Group Sandiaga Uno (tengah), Persident Mandala Airline Michael Coltman (kanan), berbincang usai jumpa pers dibukanya kembali penerbangan maskapai Mandala Airlines, di Jakarta, Kamis (29/03). Mandala Airlines kembali memulai penerbangan perdananya pada 5 April 2012. Maskapai ini bisa terbang setelah mendapat suntikan dana dari Saratoga Capital dan Tiger Airways. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO
BANGKOK-Pembukaan rute penerbangan Jakarta-Bangkok dan
sebaliknya oleh Mandala Airlines bekerja sama dengan Tiger Airways diharapkan
bisa meningkatkan kerja sama Indonesia dan Thailand.
"Apalagi selama ini hubungan kerja sama kedua negara dalam bisnis,
perdagangan, dan investasi belum berimbang," kata Duta Besar Indonesia
untuk Thailand Lutfi Rauf di Bangkok.
Ia mengatakan kedatangan maskapai penerbangan asal Indonesia ke Thailand akan
memunculkan kesempatan pembukaan baru hubungan bisnis, perdagangan, dan
investasi.
Hal tersebut semakin bisa ditingkatkan dengan rencana penyatuan masyarakat Asia
Tenggara pada 2015.
"Kita akan single market (pasar tunggal Asia Tenggara, red) dan single
based production," katanya kepada wartawan lokal dan Indonesia pada saat
jumpa pers "Penerbangan Perdana Mandala rute Jakarta ke Bangkok".
Selain itu, langkah Mandala Airlines ke Bangkok dari Jakarta dan sebaliknya
meningkatkan jumlah turis Thailand masuk Indonesia.
Selama ini ditengarai hanya wisatawan Indonesia yang masuk Thailand dalam
jumlah besar. "Kami sudah kerja sama dengan Board Tourism Thailand dan
akan terus melakukan kolaborasi dengan para stakeholder," katanya.
Lutfi menyebutkan keunggulan yang dimiliki Thailand sehingga bisa membawa turis
Indonesia ke Thailand lantaran kesiapan infrastruktur dan sektor pariwisata di
Thailand sudah terintegrasi.
"Ini yang belum dilakukan pemerintah Indonesia. Kita perlu
mendiversifikasi tujuang wisata, karena di Indonesia potensinya luar biasa baik
wisata alam pantai, gunung, budaya dan lainnya," katanya.
Peningkatan hubungan kerja sama, lanjut dia, memang perlu ditingkatkan
Indonesia ke Thailand. Hal itu, karena sampai dua tahun terakhir nilai neraca
perdagangan masih didominasi Thailand.
"Tahun 2010 neraca perdagangan kedua negara mencapai 14 miliar dolar AS
yang meningkat menjadi 17,4 miliar dolar AS pada 2011. Namun, surplus
perdagangan masih diraih Thailand," katanya.
Walaupun demikian, hal yang masih membanggakan bagi Indonesia, menurut Lutfi,
investasi Thailand terus mengalami peningkatan. Namun, dia mengaku tidak ingat
angka peningkatan itu secara persis.
"Investasi Thailand di Indonesia dalam tiga tahun terakhir naik 800
persen, total nilai investasi Thailand di Indonesia di antara negara-negara
Asia Tenggara berada di urutan ketiga setelah Malaysia dan Singapura,"
katanya. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
YLKI: KAI Naikkan Tarif Terselubung
'Penembak Empat Mahasiswa Trisakti Oknum Polisi'
Acset Tawarkan Saham Perdana Rp2.200-2.750
Dirjen Pajak Perkirakan 1% Pegawai Pajak Bandit
TNI AU Tahan Pesawat Militer AS di Aceh
Dahlan: Chatib Independen dan Mampu Jalankan Tugas
AS Yakin Indonesia Aman dari Krisis