ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Rute Jakarta-Bangkok Diharapkan Tingkatkan Kerja Sama
Minggu, 12 Agustus 2012 | 5:55

CEO Tiger Airways Chin You Seng (kiri), CEO Saratoga Group Sandiaga Uno (tengah), Persident Mandala Airline Michael Coltman (kanan), berbincang usai jumpa pers dibukanya kembali penerbangan maskapai Mandala Airlines, di Jakarta, Kamis (29/03). Mandala Airlines kembali memulai penerbangan perdananya pada 5 April 2012. Maskapai ini bisa terbang setelah mendapat suntikan dana dari Saratoga Capital dan Tiger Airways. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO CEO Tiger Airways Chin You Seng (kiri), CEO Saratoga Group Sandiaga Uno (tengah), Persident Mandala Airline Michael Coltman (kanan), berbincang usai jumpa pers dibukanya kembali penerbangan maskapai Mandala Airlines, di Jakarta, Kamis (29/03). Mandala Airlines kembali memulai penerbangan perdananya pada 5 April 2012. Maskapai ini bisa terbang setelah mendapat suntikan dana dari Saratoga Capital dan Tiger Airways. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO

BANGKOK-Pembukaan rute penerbangan Jakarta-Bangkok dan sebaliknya oleh Mandala Airlines bekerja sama dengan Tiger Airways diharapkan bisa meningkatkan kerja sama Indonesia dan Thailand.

"Apalagi selama ini hubungan kerja sama kedua negara dalam bisnis, perdagangan, dan investasi belum berimbang," kata Duta Besar Indonesia untuk Thailand Lutfi Rauf di Bangkok.

Ia mengatakan kedatangan maskapai penerbangan asal Indonesia ke Thailand akan memunculkan kesempatan pembukaan baru hubungan bisnis, perdagangan, dan investasi.

Hal tersebut semakin bisa ditingkatkan dengan rencana penyatuan masyarakat Asia Tenggara pada 2015.

"Kita akan single market (pasar tunggal Asia Tenggara, red) dan single based production," katanya kepada wartawan lokal dan Indonesia pada saat jumpa pers "Penerbangan Perdana Mandala rute Jakarta ke Bangkok".

Selain itu, langkah Mandala Airlines ke Bangkok dari Jakarta dan sebaliknya meningkatkan jumlah turis Thailand masuk Indonesia.

Selama ini ditengarai hanya wisatawan Indonesia yang masuk Thailand dalam jumlah besar. "Kami sudah kerja sama dengan Board Tourism Thailand dan akan terus melakukan kolaborasi dengan para stakeholder," katanya.

Lutfi menyebutkan keunggulan yang dimiliki Thailand sehingga bisa membawa turis Indonesia ke Thailand lantaran kesiapan infrastruktur dan sektor pariwisata di Thailand sudah terintegrasi.

"Ini yang belum dilakukan pemerintah Indonesia. Kita perlu mendiversifikasi tujuang wisata, karena di Indonesia potensinya luar biasa baik wisata alam pantai, gunung, budaya dan lainnya," katanya.

Peningkatan hubungan kerja sama, lanjut dia, memang perlu ditingkatkan Indonesia ke Thailand. Hal itu, karena sampai dua tahun terakhir nilai neraca perdagangan masih didominasi Thailand.

"Tahun 2010 neraca perdagangan kedua negara mencapai 14 miliar dolar AS yang meningkat menjadi 17,4 miliar dolar AS pada 2011. Namun, surplus perdagangan masih diraih Thailand," katanya.

Walaupun demikian, hal yang masih membanggakan bagi Indonesia, menurut Lutfi, investasi Thailand terus mengalami peningkatan. Namun, dia mengaku tidak ingat angka peningkatan itu secara persis.

"Investasi Thailand di Indonesia dalam tiga tahun terakhir naik 800 persen, total nilai investasi Thailand di Indonesia di antara negara-negara Asia Tenggara berada di urutan ketiga setelah Malaysia dan Singapura," katanya. (ant/hrb)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close