Rupiah Menguat 16 Poin di Posisi 9.439
Rabu, 1 Agustus 2012 | 17:04
Teller menghitung lembaran rupiah di money changer Bank Mandiri, Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA JAKARTA- Dipicu oleh tingkat inflasi nasional pada Juli yang dinilai cukup rendah oleh pelaku pasar, nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Rabu sore bergerak menguat 16 poin menjadi Rp9.439 dibanding posisi sebelumnya senilai Rp9.455 per dolar AS.
"Tingkat inflasi bulan Juli sebesar 0,7%, pencapaian itu mendorong optimisme di kalangan pelaku pasar dan menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," kata Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada.
Ia menambahkan, tingkat inflasi Juli itu di bawah estimasi kalangan analis yang sebesar 0,8%. Laju inflasi Januari-Juli tercatat sebesar 2,5% dan laju inflasi tahunan Juli 2012 terhadap Juli 2011 sebesar 4,56%.
Meski demikian, lanjut Reza, penguatan rupiah masih dalam kisaran terbatas seiring pelaku pasar yang masih menunggu hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB) terhadap kemungkinan turunnya suku bunga ECB dan keputusan the Fed terhadap kemungkinkan quantitative easing (QE) ke-3.
"Investor dalam posisi wait and see menunggu dua keputusan itu," kata dia.
Pengamat Monex Investindo Futures Johanes Ginting menambahkan, rupiah menguat terhadap dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa ECB akan melakukan kebijakan yang dapat membendung krisis utang dalam pertemuannya pekan ini.
Ia mengatakan, optimisme akan diaktifkannya kembali program pembelian obligasi, untuk membantu menekan biaya pinjaman Spanyol dan Italia telah kembali merebak paska janji ECB untuk melakukan apapun guna menyelamatkan Euro.
"Rupiah pada hari ini terdukung setidaknya hingga pengumuman keputusan ECB pada pekan ini. Pasar tengah mencoba mencari petunjuk lebih lanjut menjelang agenda ECB," kata dia.
Sementara itu, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah bergerak menguat menjadi Rp9.468 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.485 per dolar AS. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
YLKI: KAI Naikkan Tarif Terselubung
'Penembak Empat Mahasiswa Trisakti Oknum Polisi'
Dirjen Pajak Perkirakan 1% Pegawai Pajak Bandit
Acset Tawarkan Saham Perdana Rp2.200-2.750
TNI AU Tahan Pesawat Militer AS di Aceh
Dahlan: Chatib Independen dan Mampu Jalankan Tugas
AS Yakin Indonesia Aman dari Krisis