ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Riri Riza Luncurkan Rumah Budaya Sulsel
Jumat, 18 Februari 2011 | 19:15

MAKASSAR- Sutradara Riri Riza akan mendirikan rumah budaya bernama "Rumata", sebagai pusat pertunjukan seni, teater serta berbagai bentuk kegiatan berekspresi kebudayaan lainnya di Sulawesi Selatan.

Penerima lebih 10 penghargaan internasional di bidang film tersebut saat meluncurkan rumah budaya Rumata di Makassar, Jumat (18/2), mengatakan, rumah budaya yang digagasnya bersama penulis Lily Yulianty Farid akan menjalankan delapan program pengembangan seni budaya.

"Rumata bukan sekedar rumah seni biasa. Kami berharap program Rumata` ini menjadi agenda kebudayaan yang menarik dan mencerahkan bagi masyarakat kota Makassar. Kata Rumata` sendiri diambil dari bahasa Makassar yang berarti Rumah Kita," jelas pria kelahiran Makassar yang menyutradarai beberapa film, antara lain Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi itu.

Dia menjelaskan, sejumlah program Rumata` yang telah disusun, antara lain residensi seniman atau penulis, dimana Rumata` akan menerima seniman atau penulis dari luar Makassar bahkan Indonesia, untuk melahirkan karya dengan penyerapan nilai-nilai lokal.

Rumata` juga akan membantu seniman atau kelompok seni lokal terpilih dalam merancang pengembangan dan pemberdayaannya sehingga bisa mencapai kemandirian proses berkesenian. Dalam proses ini, komunitas-komunitas kesenian, baik lokal maupun dari luar Makassar akan dikolaborasikan sehingga terjadi pertukaran wawasan kebudayaan.

"Banyak hal yang bisa dilakukan di sini. Antara lain, pameran dan festival film, foto dan lukisan, pidato kebudayaan, lokakarya hingga pengembangan kemampuan literasi dan seni rupa," ujarnya.

Lily menambahkan, peluncuran rumah budaya Rumata` di Makassar18-21 Februari, akan diisi berbagai kegiatan. Antara lain pameran 40 foto "I Bring Melbourne to Makassar" karya fotografer Australia, Wendy Miller serta pertunjukan seni dan teater.

Selain itu, mereka juga menggelar pemutaran film Riri Riza dan peluncuran buku kumpulan cerita "Family Room" karya Lily Yulianty Farid. Rangkaian acara akan ditutup dengan diskusi dan kuliah umum yang berlangsung di kampus Universitas Hasanuddin.

Pendiri situs jurnalisme warga Panyingkul.Com tersebut mengatakan, Rumata` memiliki visi menjadikan seni dan budaya sebagai bagian penting bagi identitas Kota Makassar. Kehadiran Rumata` yang berlokasi di eks-rumah masa kecil Riri Riza itu diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan kultural sebagai penyeimbang pertumbuhan material di kota niaga tersebut.

"Kami juga akan menyentuh pendidikan dini seni dan budaya dengan mengundang para pelajar berkunjung ke sana, baik untuk menyaksikan pameran atau berdiskusi kecil," ujarnya. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!