ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Rieke-Teten Diperkirakan Sulit Menangkan Pilkada Jabar
Kamis, 21 Februari 2013 | 7:12

JAKARTA-Perusahaan Riset Indonesia Political Marketing Research (IPMR) menyatakan bahwa pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari PDI-P Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki akan sulit memenangkan kompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2013.

"Secara keseluruhan, peta kekuatan Rieke hanya mengandalkan popularitas dan daya tarik pribadinya diantara para simpatisannya. Sayangnya, hanya ada 17 persen dari simpatisan Rieke yang memutuskan untuk memberikan suaranya ke Rieke. Dengan demikian, cukup berat bagi Rieke-Teten untuk memenangkan kompetisi dengan situasi ini," kata Kepala Pelaksana IPMR Farid Subkhan di Jakarta, Rabu  (20/2).

Pernyataan tersebut dia sampaikan pada konferensi pers "Rilis Hasil Survei Pilkada Jawa Barat 2013".

Farid mengatakan, menurut hasil survei, elektabilitas pasangan Rieke-Teten berdasarkan kontribusi dukungan partai pengusungnya PDI-P masih rendah, yaitu hanya mencapai 15,7 persen.

"Sedangkan tingkat elektabilitas pasangan Dede Yusuf dan Lex Laksamana mencapai 35,1 persen, lalu disusul oleh pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar dengan angka 29,3 persen," jelasnya, seperti dikutip Antara.

Selain itu, kata dia, dari 63 persen simpatisan PDI-P, hanya 12 persen yang telah menyatakan akan memilih Rieke-Teten dalam Pilkada Jabar.

"Tingkat popularitas Teten yang rendah juga tidak bisa mendukung Rieke untuk memenangkan kompetisi pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur nanti," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Farid, Rieke perlu melakukan upaya yang solid bersama partai pengusungnya untuk menarik suara simpatisan PDI-P yang masih belum tergarap, yaitu sebesar 41 persen.

"Rieke juga harus meyakinkan simpatisan pribadinya yang masih belum tergarap untuk memilihnya. Namun, mengingat waktu kampanye yang sudah habis akan menyulitkan posisinya," katanya.

Survei Pemilu Kepala Daerah Jawa Barat 2013 itu dilakukan oleh IPMR dengan wawancara tatap muka pada 9-16 Februari terhadap 764 calon pemilih Pilkada Jabar 2013 yang dipilih sebagai sampel responden.

"Sampel responden tersebut kami ambil secara prporsional dan dipilih secara acak di 25 kota atau kabupaten yang dipilih berdasarkan proporsi jumlah DPT di masing-masing kota dan kabupaten tersebut. Survei kami lakukan di 54 desa atau kelurahan," jelas Farid.

Sebelumnya, rombongan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) melakukan kampanye akbar Pemilihan Gubernur Jawa Barat di Kota Bandung untuk memenangkan pasangan kandidat yang diusung partai itu, Rieke Diah Pitaloka dengan Teten Masduki.

"Kami berangkat ke Bandung bersama-sama rombongan kampanye dan Pak Jokowi," kata Rieke.

Gubernur DKI Jakarta yang dalam pemilihan beberapa waktu lalu diusung oleh PDI Perjuangan, Joko Widodo, menjadi juru kampanye untuk pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten) pada kampanye terbuka Pilkada Jawa Barat 2013 pada Sabtu (16/2) di Kabupaten Bandung.

Selain Jokowi, hadir pula jurkam nasional yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan para pejabat dari DPP, seperti Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo dan Wasekjen PDI-P Hasto Kristianto.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close