ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

RI-Ekuador Jajaki Peluang Kerja Sama Energi
Minggu, 24 Juni 2012 | 3:44

QUITO-Pemerintah Indonesia dan Ekuador menjajaki sejumlah peluang kerja sama di bidang energi, pertanian, kehutanan, telekomunikasi, dan upaya mengatasi kejahatan transnasional.

Penjajakan peluang peningkatan kerja sama bilateral itu dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Rafael Correa Delgado di Istana Carondelet, Quito, Ekuador, Sabtu waktu setempat.

"Hubungan antara Indonesia dan Ekuador baik dan terus berkembang tapi menurut saya masih ada ruang untuk meningkatkan kembali," kata Presiden Yudhoyono.

Presiden kemudian mencontohkan sejumlah peluang kerja sama antara lain di bidang energi dan pertambangan, pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup, telekomunikasi, upaya mengatasi kejahatan lintas batas dan kerja sama di forum global. Namun pada kesempatan itu tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai peluang masing-masing kerja sama tersebut.

"Saya senang pembicaraan (bilateral) sangat produktif dan kita ingin mengimplementasikannya di waktu mendatang," katanya.

Kepala Negara kemudian memuji sambutan ramah Ekuador dalam kunjungan kenegaraan pertama Presiden Republik Indonesia di salah satu negara Amerika Latin itu.

Sementara itu Presiden Correa menyampaikan harapannya untuk peningkatan kerja sama kedua negara.

Ia terutama menggarisbawahi kerja sama di bidang perminyakan, keamanan, dan kelautan.

"Ekuador memiliki kawasan laut lima kali daratan sehingga kita memiliki potensi besar untuk dikembangkan," katanya seraya mengemukakan harapannya Indonesia dapat berbagi pengalaman sebagai negara dengan 17 ribu pulau.

Hubungan diplomatik RI-Ekuador dibuka pada 29 April 1980. Indonesia membuka kantor kedutaan di Quito, ibu kota Ekuador, pada 11 November 2010, namun Dubes Saut Maruli Gultom baru resmi menempati posnya pada 15 Maret 2012. Sedangkan Dubes Ekuador untuk Indonesia Alberto Calderon Ledesma resmi diangkat pada 1 Februari 2010.

Indonesia-Ekuador telah memiliki sejumlah perjanjian kerja sama, antara lain di bidang ekonomi dan teknik (2005), pertukaran nota pembentukan komisi bersama (2006), MoU pembentukan konsultasi bilateral (2006), MoU kerja sama energi dan pertambangan (2006), dan MoU kerja sama telekomunikasi (2006).

Kedua negara juga memiliki MoU kerja sama antara pusat pendidikan dan pelatihan Kementerian Luar Negeri RI dan Akademi Diplomatik Ekuador (2006), MoU kerja sama kebudayaan (2006), dan MoU pertukaran nota pemberian bebas visa bagi pemegang paspor biasa (2008).

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut, antara lain, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, Mendag Gita Wirjawan, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. (ant/hrb)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close