ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Ratu Atut Siap Optimalkan Ekonomi Pesisir
Jumat, 17 Juni 2011 | 12:10

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat melihat naskah Deklarasi Banten Cinta Damai yang ditunjukkan Ketua MUI Provinsi Banten KH Syibli Sarjaya di Serang, 25 Februari 2011. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Asep Fathulrahman/pd/11 Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat melihat naskah Deklarasi Banten Cinta Damai yang ditunjukkan Ketua MUI Provinsi Banten KH Syibli Sarjaya di Serang, 25 Februari 2011. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Asep Fathulrahman/pd/11

JAKARTA - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tengah merancang kebijakan terobosan mengoptimalkan laju perekonomian pesisir dengan mengalokasikan dana Rp1 miliar untuk setiap kecamatan di pesisir Banten melalui lembaga pembiayaan PNPM Mandiri.

"Dana tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur, khususnya sarana prasarana jalan yang menunjang kegiatan perekonomian. Teknisnya bagaimana silahkan bermusyawarah, karena masyarakat jauh lebih tahu apa yang dibutuhkan di wilayahnya," kata Ratu Atut di Jakarta, Jumat.

Selain masalah infrastruktur, kata dia, berbagai persoalan lain di wilayah pesisir juga harus mendapat perhatian masyarakat di antaranya, masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan pesisir dan lautan.

"Masyarakat pesisir perlu memiliki kemandirian untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir agar yang mereka hasilkan bernilai ekonomi tinggi," tambahnya.

Provinsi Banten, menurut dia, memiliki sumberdaya alam (SDA) berupa pantai dan laut yang potensial menunjang perekonomian masyarakat, baik dari sektor perikanan, kelautan maupun pariwisata.

Secara geografis, Banten merupakan daerah pesisir yang dikelilingi tiga laut besar, yakni Samudera Hindia, Selat Sunda dan Laut Jawa dan karenanya sudah selayaknya apabila sektor kelautan dan perikanan menjadi penopang ekonomi daerah itu.

Banten terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kota, mempunyai 78 pulau-pulau (termasuk Kep.Seribu di Kab. Tangerang), diperkirakan 1/3 bagian wilayahnya terdiri dari lautan dengan luas perairan Propinsi Banten sekitar 11.134,224 km2 dengan panjang pantai sekitar 501 km.

Ratu Atut yang akan mencalonkan diri kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten mendatang, menjelaskan bahwa Pemprov Banten melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah menyelenggarakan berbagai program pembangunan ekonomi masyarakat pesisir, mulai dari "Gemarikan", pembiayaan PNPM Mandiri, serta menjadikan lima lokasi pesisir sebagai Kawasan Minapolitan.

"Program-program tersebut sudah memberikan hasil dengan meningkatnya daya beli masyarakat pesisir, yang diukur dengan kenaikan secara kontinyu Nilai Tukar Petani (NTP) berdasarkan data dalam kajian ekonomi Banten dari Bank Indonesia," ujarnya.

NTP di sektor perikanan pada Maret 2011 adalah 96,50, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 95,71 maupun bulan yang sama tahun lalu yakni 96,21. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close