ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Putra-Putri PB XII Dukung Rekonsiliasi Keraton Surakarta
Jumat, 1 Juni 2012 | 7:57

JAKARTA-Keluarga besar putra dan putri (Alm) Paku Buwono (PB) XII mendukung dwi tunggal kepemimpinan Keraton Surakarta demi terwujudnya rekonsiliasi diantara pihak Sinuhun Paku Buwono XIII dengan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.

Kepada pers di Jakarta, Kamis (31/5), sebanyak 29 dari 35 orang putra dan putri PB XII menyatakan mereka ingin menunjukkan kepada masyarakat luas keluarga besar keraton Surakarta Hadiningrat mengakhiri dualisme kepemimpinan selama ini.

Selain itu, menurut salah seorang putra PB XII GPH Dipokusumo, rekonsiliasi itu sekaligus pula menegaskan bahwa hanya segelintir orang saja yang sesungguhnya tidak menghendaki adanya perdamaian dalam keluarga besar Mataram itu.

"Kami mendukung sepenuhnya kesepakatan antara SISKS PB XIII dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menjadi dwi tunggal untuk memperkuat kepemimpinan dan eksistensi keraton Surakarta," ujarnya.

Dijelaskannya pula bahwa upaya penyatuan kembali kepemimpinan di keraton itu demi melindungi Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu cagar budaya dan aset bangsa yang harus dilestarikan terus menerus.

Selain itu, keberadaan Keraton Surakarta Hadiningrat juga tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan NKRI. Dalam maklumat tahun 1945, Keraton Surakarta Hadiningrat menggabung kedalam NKRI dan hal itu menunjukkan kebesaran Paku Buwono XII yang pada saat itu memimpin keraton tertua di Jawa Tengah tersebut.

Dengan demikian, menurut Dipokusumo, tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi terkait proses rekonsiliasi yang sudah berjalan saat ini.

Sementara itu, wakil Sentono Keraton Surakarta BRAY Moryati Soedibyo menuturkan bahwa baik PB XIII dengan KGPH Tedjowulan telah menunjukkan jiwa besar masing-masing.

"Keduanya telah saling mengalah demi eksistensi keraton Surakarta Hadiningrat dimasa-masa mendatang serta untuk pelestarian budaya dan sejarah bangsa ini," ujarnya.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!