ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Prudential Bayar Klaim Nasabah Rp4 Triliun
Kamis, 19 April 2012 | 16:06

Direktur Berita Satu Primus Dorimulu (kiri) & CEO Berita Satu Media Holdings Sachin Gopalan (kanan) foto bersama penerima penghargaan Star Performance, Presdir PT Prudential Life Assurance William Kuan (dua dari kanan) dan Direktur PT Asuransi Jaya Proteksi Sandy Wijaya (dua dari kiri). Foto: Investor daily/TINO OKTAVIANO Direktur Berita Satu Primus Dorimulu (kiri) & CEO Berita Satu Media Holdings Sachin Gopalan (kanan) foto bersama penerima penghargaan Star Performance, Presdir PT Prudential Life Assurance William Kuan (dua dari kanan) dan Direktur PT Asuransi Jaya Proteksi Sandy Wijaya (dua dari kiri). Foto: Investor daily/TINO OKTAVIANO

JAKARTA - Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance William Kuan mengatakan, perusahaan pada 2011 telah membayarkan klaim kepada nasabah sebesar Rp4 triliun.

"Jumlah tersebut diberikan untuk membayarkan manfaat kematian dan rawat inap atau kecelakaan," kata William saat konferensi pers tentang kinerja keuangan Prudential di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, klaim tersebut meningkat 18% dari 2010.

"Hal ini semakin menguatkan peran perusahaan asuransi jiwa dalam menyediakan perlindungan yang dibutuhkan dengan membayar klaim dan manfaat yang mendukung nasabah," jelas dia.

Selain itu, William mengaku Prudential menjadi pembayar pajak terbesar di antara perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.

Menurut William, berdasarkan laporan, perusahaan membayar pajak pada 2011 sekitar Rp1,1 triliun.

Hingga akhir 2011, jumlah nasabah Prudential mencapai 1,4 juta orang dimana hal itu juga menjadi 16% dari total nasabah asuransi jiwa di Indonesia.

Sedangkan untuk laba setelah pajak, Prudential berhasil meraih Rp2,6 triliun yang meningkat 13% dari 2010. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close