ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Prosesi Waisak di Mendut-Borobudur Diwarnai Hujan Deras
Minggu, 6 Mei 2012 | 15:21

Sejumlah umat Buddha yang dipimpin Koordinator Dewan Shangha Perwaklan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Bhiksu Tadisa Paramitha (tengah) didampingi Dirjen Bimas Budha Kemenag Joko Wuryanto (dua dari kiri) saat berdoa di TMP Kalibata, Jakarta, kemarin. Menyambut Hari Tri Suci Waisak 2556 BE Walubi melakukan karya bakti dengan membersihkan sejumlah makam pahlawan di seluruh Indonesia. Foto: Investor Daily/ant Sejumlah umat Buddha yang dipimpin Koordinator Dewan Shangha Perwaklan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Bhiksu Tadisa Paramitha (tengah) didampingi Dirjen Bimas Budha Kemenag Joko Wuryanto (dua dari kiri) saat berdoa di TMP Kalibata, Jakarta, kemarin. Menyambut Hari Tri Suci Waisak 2556 BE Walubi melakukan karya bakti dengan membersihkan sejumlah makam pahlawan di seluruh Indonesia. Foto: Investor Daily/ant

MAGELANG - Arak-arakan prosesi peringatan Waisak 2556 BE/2012 dari Candi Mendut ke Candi Borobudur melalui Candi Pawon di Kabupaten Magelang, Minggu, diwarnai hujan deras.

Prosesi berjalan kaki diikuti ribuan umat Buddha tersebut berangkat dari Candi Mendut sekitar pukul 13.00 WIB, sampai di depan Hotel Pondok Tingal sekitar pukul 14.00 WIB mendadak hujan deras.

Sebagian peserta prosesi yang membawa payung langsung mengembangkan payungnya, namun sebagian besar mereka harus rela basah kuyup karena tidak membawa alat pelindung hujan.

Hujan tersebut juga membubarkan para penonton yang berada di pinggir jalan sepanjang jalur yang dilewati prosesi.

Prosesi jalan kali sepanjang tiga kilometer tersebut antara lain diikuti kelompok pembawa bendera Merah Putih, bendera Buddhis, bendera Walubi, barIsan Bhinneka Tunggal Ika, sarana puja, mobil pembawa api dharma, tandu air suci, tandu kitab suci, barisan sangha, dan barisan umat.

Saat prosesi berlangsung, jalan menuju jalur prosesi ditutup untuk kendaraan umum untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas.

Sejumlah petugas dari kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang terlihat berjaga di titik-titik persimpangan agar kendaraan tidak masuk ke jalur prosesi.

Pada Minggu malam, umat Buddha akan mengikuti upacara ritual pradaksina, pelepasan lampion di altar utama di Candi Borobudur. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close