Produksi Semen Baturaja 500.000 Ton Hingga Mei
Kamis, 28 Juni 2012 | 16:32
Semen Baturaja . Ilustrasi Foto (ist) JAKARTA-PT Semen Baturaja Persero hingga Mei telah memproduksi semen sekitar 500.000 ton dari target 1,275 juta ton selama tahun 2012.
"Dengan produksi itu (500.000 ton), laba bersih sudah mencapai Rp103 miliar dari pendapatan Rp400-450 miliar," kata Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Rahardjo saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (28/6).
Menurutnya, perseroan menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp1,50 triliun dengan laba bersih sebesar Rp282 miliar. Target pencapaian laba bersih ini meningkat 14,11 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp248 miliar.
Perseroan itu menargetkan ekuitas sebesar Rp1,896 triliun dengan kewajiban pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp319 miliar. ROA (return on asset) dan ROE (return on equity) masing-masing diperkirakan 12,78 persen dan 14,93 persen.
Ia menambahkan perseroan akan menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada Oktober 2012, sehingga saham perdana dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia awal November 2012.
"Kami masih menawarkan 35 persen saham baru dengan perolehan dana sekitar Rp1 triliunan," ungkapnya.
Untuk merealisasikan IPO, perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas sebagai "lead underwriter", dibantu oleh PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi terpasang dari 1,2 juta ton semen per tahun menjadi 2 juta ton semen per tahun pada akhir 2012. Hal itu dilakukan dengan membangun "cement mill" dan "cement packing" di Baturaja serta pembangunan pabrik baru dengan kapasitas terpasang 1,5 juta ton semen per tahun hingga akhir 2015. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kenaikan Harga BBM Membuat Ekonomi Stabil
Multipolar Technology akan Lepas 20% Saham
Penjualan Aset Tak Terkait Pilpres
Mendag: EKonomi Indonesia Terbesar ke-15 di Dunia
Indonesian Bimmers Gelar Gathering di Buperta Cibubur
Perbankan Jangan Buru-Buru Naikkan Bunga Kredit
BBM Naik, Negara Berpotensi Menghemat Rp 40-50 Triliun