MENPERIN MS HIDAYAT:
Produk Fesyen Ditargetkan Kuasai Pasar Lokal 2013
Kamis, 23 Februari 2012 | 13:41
Produksi tekstil. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Reno Esnir/ed/mes/11 JAKARTA - Pemerintah menargetkan produk fesyen hasil industri dalam negeri sudah bisa menguasai pasar lokal pada 2013.
"Tahun ini kita memperkuat produk dan material supaya tahun depan bisa menguasai pasar lokal," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat pada pembukaan Indonesia Fashion Week (IFW) 2012 di Jakarta, Kamis.
Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah, saat ini sekitar 80% produk fesyen dalam negeri masuk ke pasar lokal dan sekitar 20% yang diekspor.
"Tapi yang dijual di dalam negeri pun belum memenuhi pangsa pasar lokal secara keseluruhan karena masih banyak barang impor yang masuk. Kami belum tahu pangsanya di pasar lokal, sekarang sedang dipetakan" katanya.
Pemerintah menargetkan tahun depan paling tidak 90% produk fesyen hasil industri dalam negeri bisa terserap pasar lokal.
"Sasarannya 130 juta-an penduduk kelas menengah, karena kalangan kelas atas lebih banyak membeli produk mahal dari luar sedang kelas bawah banyak melirik produk China yang murah, warna warni dan lucu-lucu," katanya.
Menperin MS Hidayat mengatakan, pemerintah akan mendorong penguatan industri fesyen dalam negeri supaya bisa mendominasi pangsa pasar lokal tahun depan.
Upaya itu, menurut dia, antara lain dilakukan melalui pembangunan kapasitas sumber daya manusia bidang fesyen, pembangunan jaringan antar pelaku industri terkait fesyen serta fasilitasi promosi dan pemasaran.
Selain itu, pemerintah akan memudahkan akses pembiayaan bagi pelaku industri fesyen. Kegiatan pameran semacam IFW 2012 juga diharapkan bisa mendorong pergerakan industri fesyen Indonesia.
IFW 2012 yang mengusung tema "Colourful Indonesia" dalam perspektif fesyen menuju "National Brand" berlangsung 23-26 Februari 2012 di Balai Sidang Jakarta.
Ajang itu menampilkan pameran aneka produk fesyen, seminar, lokakarya dan peragaan busana. Sebanyak 500 perancang serta pelaku industri kecil menengah terlibat dalam kegiatan yang ditargetkan mampu menarik 30.000 pengunjung tersebut. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!