ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Presiden Yudhoyono Kirim SMS Juga ke Anas Urbaningrum
Kamis, 7 Februari 2013 | 14:40

Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, beberapa waktu lalu.  Foto: Investor Daily/ANTARA/M Agung Rajasa/pd/12 Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto: Investor Daily/ANTARA/M Agung Rajasa/pd/12

JAKARTA-Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui telah mengirim SMS ke para petinggi Partai Demokrat saat di Masjid Al Haram, Mekkah untuk ikut berdoa agar ada solusi bagi persoalan yang dihadapi partai yang berkuasa itu.

"Saya kirim SMS juga kepada Anas yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat," katanya dalam keterangan pers di Pesawat Kepresidenan yang sedang terbang di atas Samudra Hindia, Kamis (7/2).

Sejumlah media sebelumnya memberitakan bahwa dari Tanah Suci, Presiden Yudhoyono mengirim SMS kepada para petinggi Partai Demokrat, kecuali kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Hal itu dikomentari dengan kontroversi karena saat konferensi pers di Jeddah sebelum melaksanakan umroh, Presiden Yudhoyono meminta KPK segera mempejelas status kader demokrat yang bermasalah dan Anas sering dikait-kaitkan dengan kasus Hambalang.

Di atas pesawat yang terbang langsung selama lebih 10 jam dari Kairo, Mesir ke Jakarta, Presiden Yudhoyono memberikan keterangan soal kunjungannya ke sejumlah negara. Di akhir keterangan SBY memberikan keterangan bukan sebagai Presiden, tapi sebagai Ketua Dewan Pembina dan Pendiri Partai Demokrat.

"Banyak berita di tanah air soal Partai Demokrat. Waktu di Jeddah, saya katakan Insya Allah sewaktu umroh dan ziarah ke makam Nabi di Madinah saya minta petunjuk Allah ada solusi yang bijak dan bermartabat," katanya.

Secara rasional Presiden Yudhoyono mengaku telah memiliki opsi dan solusi yang harus dibicarakan dengan yang lain.

Mengenai SMS, SBY mengakui mengirim dengan tujuan semua yang dikirim untuk ikut berdoa bersama.

"Itu tujuan saya. Tapi kenapa Anas tidak dikasih SMS itu?. Siapa yang mengatakan?. Saya kirim ke Majelis Tinggi Partai Demokrat, di situ ada Anas sebagai Wakil Ketua," Presiden menjelaskan.

"Jadi jangan dibilang Anas tidak dikirimi. Anas juga saya kirimi," ujar Presiden. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!