Presiden Minta Dubes Sampaikan Laporan Kinerja
Kamis, 23 Februari 2012 | 14:49
Presiden Yudhoyono JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para duta besar Indonesia di negara-negara sahabat untuk menyampaikan laporan kinerja tahunan secara langsung.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Yudhoyono kepada sekitar 130 orang perwakilan Indonesia di luar negeri di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Kamis (23/2).
"Cukup lima halaman kepada saya, tembusan kepada Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri dan Kepala UKP4. Tulis apa adanya, apa yang telah dicapai, yang tentunya nanti akan kita cek ulang," ujarnya.
Laporan tertulis itu, katanya, akan memudahkan pemantauan terhadap kinerja para duta besar Indonesia di luar negeri.
Menurut Presiden, para diplomat Indonesia harus berorientasi kepada hasil sehingga sukses atau tidaknya kinerja seorang duta besar dapat dilihat dari pencapaiannya.
"Kalau ada treaty, agreement, MoU, ya dijalankan. Menghasilkan MoU, agreement, treaty, itu suatu prestasi, tapi lebih berprestasi lagi kalau semua itu kita jalankan," katanya.
Oleh karena itu, Presiden meminta para diplomat benar-benar memahami misi dan tugasnya serta selalu kreatif untuk mengembangkan ide-ide baru, termasuk penguasaan ekonomi yang baik.
"Saya berikan contoh diplomasi ekonomi harus digalakkan. Saya ingin semua duta besar harus mengetahui, memahami tentang ekonomi," kata Presiden.
Pada kesempatan itu ia menyebut salah satu upaya menjaga pertumbuhan ekonomi adalah melalui investasi dan ekspor.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki 130 perwakilan di luar negeri, yang terdiri atas 118 perwakilan lama, 11 perwakilan baru, dan dibukanya kembali Kedutaan Besar RI di Baghdad, Irak.
Menurut dia, dengan 130 perwakilan Indonesia di luar negeri dan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menunjukkan betapa luas jangkauan politik luar negeri Indonesia.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!