Presiden Ingatkan Pentingnya Harmoni dan Kesetiakawanan
Selasa, 22 Februari 2011 | 8:22
Presiden SBY JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya harmoni dan kesetiakawanan dalam berbangsa dan bernegara agar terwujud kehidupan masyarakat yang baik.
Dalam sambutannya pada perayaan Cap Go Meh bersama di Hall D2 Jakarta International Expo Kemayoran, Senin malam (21/2), Presiden mengatakan kehidupan yang saling mengormati, menyayangi, penuh toleransi dan tanpa diskriminasi adalah syarat untuk terciptanya kehidupan masyarakat yang baik.
"Masyarakat yang baik, kehidupan yang baik, ditandai manakala sekali lagi ada harmoni. Masyarakat yang penuh dengan perbedaan karena bangsa kita memang bangsa yang majemuk itu memiliki sikap saling menghormati, saling menyayangi, penuh toleransi dan tanpa diskriminasi. Inilah harmoni yang harus kita tegakkan, kita junjung tinggi, dan kita laksanakan," tuturnya.
Dalam perayaan Cap Go Meh ke-4 yang dilaksanakan sejak 2008 itu, Kepala Negara juga berpesan agar kesetiakawanan antara masyarakat Indonesia diperkokoh dan diperkuat sehingga menjadi pilar penting kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saya ingin malam yang indah ini menjadi satu tonggak untuk benar-benar bisa lebih memperkokoh harmoni dan kesetiakawanan di antara kita semua," ujarnya.
Presiden juga mengingatkan dua syarat yang harus dipenuhi agar Indonesia bisa maju dan berjaya yaitu rakyatnya harus kompak dan bersaudara serta mau bekerja keras.
"Oleh karena itu kita jangan mengulur-ulur lagi, sebagai bangsa kita harus semakin rukun, kompak, dan bersatu, dan terus bekerja dengan gigih, bekerja keras bersama-sama untuk membangun negeri ini agar semakin ke depan semakin maju, adil, semakin damai dan sejahtera," katanya.
Kepada kaum Tionghoa yang merayakan Cap Go Meh, Presiden yang hadir didampingi Ani Yudhoyono berpesan untuk berpartisipasi dalam upaya memajukan Bangsa Indonesia.
"Saya mengajak komunitas Tionghoa marilah tidak kita sia-siakan kesempatan sejarah, marilah kita wujudkan Indonesia yang benar-benar maju, bermartabat, dan sejahtera, sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri republik dan para pendahulu kita," katanya.
Sementara itu Ketua Umum Forum Bersama Indonesia Tionghoa, Murdaya Poo, salam sambutannya menyampaikan terima kasih kaum Tionghoa kepada Presiden Yudhoyono yang dinilai berhasil memperjuangkan hak-hak mereka.
Berkat Pemerintah yang dipimpin Presiden Yudhoyono, menurut Poo, Indonesia memiliki UU Kewarganegaraan yang modern dan maju setelah 60 tahun merdeka, yaitu UU No 12 Tahun 2006.
Selain itu, Indonesia pada 2008 pun memiliki UU No 40 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik yang memberikan kesempatan luas kepada etnis Tionghoa untuk berkiprah di segala bidang.
Namun, acara itu diisi dengan hiburan drama musikal bertema "Jayalah Indonesiaku" yang menceritakan dinamika kehidupan Suku Tionghoa Indonesia yang memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa dalam berbagai bidang namun ternyata belum diberikan kesempatan yang adil dan merata untuk berkarya setelah sepuluh tahun reformasi.
Drama tersebut juga membawa pesan dan harapan agar pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat Tionghoa untuk memasuki sektor yang selama ini belum terjamah seperti menjadi pegawai negeri, anggota TNI, dan polisi.
Perayaan Cap Go Meh Bersama ke-4 juga diisi dengan hiburan lagu-lagu karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilantunkan oleh penyanyi ternama seperti Titiek Puspa dan Harvey Malaiholo.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penjualan Aset Tak Terkait Pilpres
Mendag: EKonomi Indonesia Terbesar ke-15 di Dunia
Indonesian Bimmers Gelar Gathering di Buperta Cibubur
BBM Naik, Negara Berpotensi Menghemat Rp 40-50 Triliun
Kemkominfo dan BRTI Kaji Merger XL dan Axis
OJK Tingkatkan Investor Domestik untuk Perkuat Likuiditas
Pelaku Pasar Inginkan Kenaikan Harga BBM