ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Presiden: Hormati Keputusan MK
Senin, 11 Juli 2011 | 12:31

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kanan) saat berbincang dengan Ketua Mahkamah Konstitusi Kazakstan Rogov Igor Ivanovic (kiri) dalam pertemuan di Hotel Shangri La, Jakarta, Minggu (10/7).  Foto: Investor daily/ ANTARA/M Agung Rajasa/ama/11 Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kanan) saat berbincang dengan Ketua Mahkamah Konstitusi Kazakstan Rogov Igor Ivanovic (kiri) dalam pertemuan di Hotel Shangri La, Jakarta, Minggu (10/7). Foto: Investor daily/ ANTARA/M Agung Rajasa/ama/11

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, semua warga negara Indonesia harus menghormati dan melaksanakan setiap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) demi tegaknya hukum.

"Bahkan saya sendiri selaku Presiden Republik Indonesia, ingin terus memberi contoh dan teladan untuk selalu menghormati dan melaksanakan setiap keputusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi," kata Yudhoyono di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menyampaikan pidato kunci dalam Simposium Internasional tentang "Negara Demokrasi Konstitusional", di Istana Negara, Jakarta.

Menurut Yudhoyono, Mahkamah Konstitusi adalah lembaga yang diatur langsung oleh UUD 1945. Oleh karena itu, pengormatan terhadap keputusan MK adalah penghormatan terhadap supremasi hukum.

Dia berharap, para hakim konstitusi dan seluruh keluarga besar MK bisa terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, memperluas pertukaran informasi, dan saling berbagi pengalaman dengan negara lain dalam menegakkan konstitusi dan penerapan nilai-nilai demokrasi konstitusional yang makin substansial.

Presiden juga meminta para perwakilan negara sahabat yang mengikuti simposium untuk memberikan kontribusi positif dalam menentukan arah dan perkembangan demokrasi konstitusional, serta peradaban konstitusi di seluruh dunia.

"Melalui simposium ini pula, mari kita bangun dan perkuat demokrasi konstitusional di negara kita masing-masing. Mari kita hasilkan pemikiran-pemikiran dan strategi terbaik, dalam upaya kita bersama membangun tatanan dunia yang lebih demokratis, lebih adil, lebih damai dan lebih sejahtera," kata Yudhoyono.

Independen
Sementara itu, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam sambutannya menyatakan, lembaga yang dipimpinnya sangat independen dan tidak pernah mendapat intervensi dari pihak manapun.

"Presiden pun tidak pernah berusaha mempengaruhi atau mengintervensi meski banyak perkara di Mahkamah terkait dengan kepentingan Presiden, baik itu perkara pengujian undang-undang yang dibuat oleh pemerintah bersama DPR maupun perkara hasil pemilu yang kebetulan melibatkan partai politik yang dibina Presiden," tutur Mahfud.

Simposium Internasional tentang "Negara Demokrasi Konstitusional" tersebut dihadiri oleh peserta mancanegara, antara lain dari Jerman, Spanyol, Rusia, dan Arab Saudi. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close