ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

80% PENYELUNDUPAN NARKOTIKA LEWAT AIR ASIA

Polisi Malaysia akan Ketat Awasi LCCT
Kamis, 12 April 2012 | 14:10

Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamati peralatan clandestine laboratory narkotika jenis sabu-sabu di ruko perumahan Duta Square, Jelambar, Jakarta Barat, 25 Januari 2011. Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA/Fanny Octavianus/nz/11 Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamati peralatan clandestine laboratory narkotika jenis sabu-sabu di ruko perumahan Duta Square, Jelambar, Jakarta Barat, 25 Januari 2011. Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA/Fanny Octavianus/nz/11

BATAM –Kepolisian Malaysia akan melakukan pengetatan pengawasan Low Cost Carrier Terminal (LCCT) Airport di Kuala Lumpur untuk mencegah terjadinya penyelundupan narkotika melalui udara dengan menumpang penerbangan Air Asia.

"Kami tidak nampik, ada yang diselundupkan ke Indonesia. Datang dari Malaysia menggunakan Air Asia. Untuk itu, kami akan memperketat pengawasan di LCCT," kata Senior Assistant Commisioner Polisi Diraja Malaysia, Zakaria bin Sudin.

Ia mengatakan hal itu menanggapi bahwa lebih dari 80% penyelundupan narkotika melalui udara menumpang pesawat Air Asia, karena maskapai penerbangan itu memiliki bandara sendiri yaitu LCCT Airport.

"Dari 21 kali penangkapan penyelundupan lewat udara, cuma dua melalui penerbangan lain. Yang lain, Air Asia," kata Kasubdit II Narkoba Mabes Polri Kombes Pol Siswandi setelah berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia di Batam, Kamis.

Ia mengatakan di Kuala Lumpur Malaysia, maskapai penerbangan Air Asia memiliki bandara sendiri yang berbeda dengan pelayanan dari maskapai penerbangan lain seperti Batavia Air dan lainnya yang lepas landas dan mendarat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

"Tidak seperti di KLIA, pemeriksaan di LCCT relatif lebih longgar karena tidak dilengkapi sejumlah perlengkapan. Kelonggaran itulah yang dimanfaatkan oleh penyelundup narkotika untuk menerbangkan narkotika ke Indonesia," katanya.

Selain karena pemeriksaan di LCCT lebih longgar, katanya, penerbangan Air Asia juga lebih banyak ke Indonesia dibandingkan dengan maskapai lain. Air Asia melayani penerbangan dari Kuala Lumpur ke berbagai daerah di Indonesia. "Hampir seluruh penerbangannya pernah kami temui (kasus penyelundupan)," kata dia.

Zakaria bin Sudin mengatakan, pengetatan itu akan dilakukan dari seluruh sisi, baik penambahan personel maupun penambahan perlengkapan. "Kami bekerja sama dengan pihak berkuasa untuk menyekat, penukaran maklumat, siapa yang datang," kata dia.

Zakaria menambahkan mayoritas narkotika yang masuk ke Indonesia merupakan barang transit dari negara lain, bukan produksi Malaysia, meski pihaknya pernah menemukan pabrik narkotika di Malaysia. (gor/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close