ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Pilih yang Murni Profesional
Jumat, 23 September 2011 | 9:50

Sehubungan dengan rencana reshuffle kabinet, masyarakat sangat berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cermat dan hati-hati memilih para menterinya. Meski presiden memiliki hak prerogatif untuk memilih siapa-siapa pembantunya, hal terpenting adalah jangan sampai menteri tersebut nantinya tersandera oleh kepentingan politik tertentu.

Pengalaman selama ini mengajarkan banyak hal kepada kita. Menteri dari kalangan partai politik umumnya tak efektif, bahkan kerap jadi beban. Karena itu, presiden sebaiknya memilih menteri dari kalangan ahli dan profesional, bukan dari partai politik. Hal ini penting agar kabinet bisa bekerja lebih maksimal. Jika pergantian menteri dilakukan hanya sebatas mengganti kader partai koalisi, hal itu dikhawatirkan akan sia-sia. SBY harus berani mengangkat menteri dari kalangan profesional.

Apabila SBY tetap mempertahankan komposisi menteri dengan membagi- bagi kekuasan dengan partai koalisi, kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dipastikan akan jalan di tempat. Ini terlihat dari dua tahun berjalan masih banyak kinerja di beberapa pos kementerian yang mendapat rapor merah.

Kinerja menteri yang berasal dari partai koalisi terbukti banyak mengecewakan. Mereka tidak sungguh-sungguh mendukung programprogram yang telah apik dibuat. Masing- masing partai sibuk dengan kepentingan politiknya, sehingga kebutuhan masyarakat diabaikan.

Track record-nya mesti benar-benar dipelajari. Independensinya mesti telah benar-benar teruji, jangan sampai menteri tersebut malah menguras uang negara karena mudah ditungganggi oleh kepentingan banyak pihak.

Dalam sisa waktu 2,5 tahun kabinetnya ini, Presiden SBY harus terus membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Kemajuan akan semakin cepat dicapai, dengan mengganti menteri-menteri yang tidak kapabel dengan orang-orang yang professional di bidangnya dan bebas dari kepentingan partai.

Bima Danuwiratmaja
Pancoran
Jakarta Selatan




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close