ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Penjualan Produk Pakaian Jadi Melonjak
Rabu, 24 Agustus 2011 | 10:59

JAKARTA- Tingkat penjualan produk pakaian jadi diperkirakan meningkat hingga lima kali lipat selama bulan puasa dan hal itu telah diantisipasi pengelola pusat perbelanjaan antara lain dengan menggelar "Midnight Sale".

"Untuk produk fesyen atau pakaian, omzetnya bisa 2 hingga 5 kali lipat," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (24/8).

Menurut Stefanus, tingkat peningkatan penjualan pakaian di berbagai mal atau pusat perbelanjaan itu terutama terjadi pada pengunjung dari kelas menengah dibanding pengunjung kelas atas.

Ia mengemukakan, peningkatan omzet di pusat perbelanjaan juga disebabkan sistem penggajian dan pemberian THR yang memiliki waktu yang pas untuk mendorong hal tersebut.

Ia memaparkan, karena bulan puasa ini berlangsung selama Agustus, maka gaji pada akhir Juli biasanya dipergunakan untuk membeli keperluan awal Ramadhan.

Sedangkan tunjangan hari raya (THR) diberikan pada sekitar pertengahan Agustus dan gaji pada akhir Agustus juga akan dipergunakan untuk membeli keperluan jelang lebaran.

Untuk mengantisipasi peningkatan omzet, ujar dia, para pengelola pusat perbelanjaan juga telah menyiapkan sejumlah acara promosi seperti "Midnight Sale" atau penjualan produk yang dilakukan pada waktu larut malam.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat meyakini bahwa industri fesyen di Indonesia akan terus berkembang dan didorong hingga menjadi salah satu subsektor andalan dalam sektor industri kreatif yang terdapat di Tanah Air.

"Fesyen harus didorong menjadi sebuah industri nasional yang berkelanjutan," kata MS Hidayat di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menperin memaparkan, industri fesyen Indonesia diyakini akan terus berkembang yang terindikasi antara lain dari tingginya penyerapan tenaga kerja dan juga berkontribusi sekitar 55 persen dari total ekspor industri kreatif pada 2010.

Ia mengharapkan agar pertumbuhan yang telah dicapai oleh industri fesyen dapat diikuti subsektor lain sehingga industri kreatif dapat mencapai target nilai ekonomi sebesar Rp537,8 triliun pada 2025.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close