Penjualan Kurma Menurun 50%
Minggu, 22 Juli 2012 | 4:58
Buah Kurma
JAKARTA-Kalangan pedagang kurma di Pasar Tanah Abang,
Jakarta mengatakan penjualan kurma tahun ini menurun 50 persen dibandingkan 2011,
disebabkan berkurangnya minat pembeli karena bertepatan dengan tahun ajaran
baru.
"Tahun lalu saya bisa menjual 10 dus kurma atau 100 kilogram, tetapi tahun
ini hanya lima dus. Bisa saja uang mereka sedang terpakai untuk keperluan masuk
sekolah anak dulu," kata Nanang, di Jakarta, Sabtu (21/7).
Nanang mengatakan omzetnya bisa mencapai Rp15 juta per hari tahun lalu, namun
2012 ini hanya Rp7,8 juta. Untuk itu Nanang tidak berani mengambil keuntungan
yang terlalu tinggi dari per kilogram kurma yang dijualnya.
Nanang menyatakan dia mengambil hanya Rp8.000 per kilogram atau 30 persen dari
harga kurma. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun lalu, karena dia bisa
mengambil untung hingga 100 persen.
Dia mencontohkan, kurma jenis Madinah dia beli dengan harga Rp27.000 lalu
dijual ke pembeli seharga Rp35.000 - Rp40.000 per kilogram. Untuk kurma jenis
Mesir, dia jual dengan harga Rp25.000 per kilogram.
Banyak saingan Pedagang kurma yang lain, Ahmad Fauzi (23) mengaku penjualan
kurma di Tanah Abang lebih baik tahun lalu dibandingkan sekarang. Tahun lalu
dalam sehari dia bisa menjual kurma 100 kilogram per hari, sedangkan sekarang
rata-rata hanya 20 kilogram.
Dia mengatakan penurunan ini disebabkan makin banyak pedagang kurma di Tanah
Abang dan sekitarnya. Kondisi ini sangat berpengaruh pada penurunan omzet
dagangannya.
"Jumlah pasokan tetap lancar. Banyak pedagang kurma juga sih, tapi ya
hitung-hitung bagi rejeki," kata Ahmad Fauzi.
Sementara itu, Nenden (27) menyiasati penurunan penjualan kurma dengan menjual
kacang arab di kiosnya. Dia mencoba menjualnya per dus kepada pelanggannya
seharga Rp1,1 juta per dus.
"Ya lumayan untuk menambah pemasukan, kalau dijual per bungkus seharga
Rp120.000," kata Nenden. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!