ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pengoperasian 16 Feri Penyebrangan Merak-Bakauheni
Jumat, 11 Januari 2013 | 9:24

BANDARLAMPUNG-Penyeberangan rute Pelabuhan Merak Banten- Bakauheni Lampung kini hanya dilayani 16 kapal feri sehubungan cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan embusan angin kencang melanda perairan Selat Sunda.

"Kemarin kita operasikan 17 kapal. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, kita sangat selektif mengoperasikan kapal," kata Manager Operasi PT ASDP Indonesia Fery Cabang Bakauheni, Heru Purwanto, di Bakauheni Lampung Selatan, Jumat (11/1).

Ia menyebutkan, pengurangan jumlah kapal itu tentu berdampak makin banyak truk yang menumpuk di areal Pelabuhan Bakauheni hingga ke jalan lintas tengah dan lintas timur Sumatera.

"Meski penumpukan truk makin parah, kita tetap utamakan keselamatan pelayaran, di antaranya dengan hanya mengoperasikan kapal yang aman berlayar dengan kondisi cuaca sekarang," katanya.

Antrean truk di lintas tengah dan lintas timur Sumatera telah mencapai empat km dari pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Ribuan truk juga memenuhi seluruh areal parkir di pelabuhan penyeberangan itu.

Heru tidak bisa memastikan jumlah truk yang antre di areal parkir pelabuhan dan badan jalan. Namun, dia memperkirakan antara 1.750- 2.000 unit.

Cuaca ekstrem juga berdampak waktu tempuh pelayaran yang makin lama dan proses bongkar muat isi kapal makin panjang. Akibat gelombang tinggi, dua dermaga di masing-masing Pelabuhan Bakauheni dan Merak juga ditutup sementara.

Penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni dan Merak diperkirakan akan makin parah, karena gelombang tinggi dan embusan angin kencang diprediksi bakal berlangsung hingga Sabtu.

Heru menyebutkan, kendaraan pribadi, bus, dan truk pengangkut bahan pokok tetap diutamakan untuk diseberangkan lebih dulu.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung menyebutkan, gelombang tinggi yang terjadi di sebagian besar perairan Lampung sebagai dampak gangguan tropis Narelle di bagian barat laut Australia.

"Gelombang tinggi umumnya terjadi Selat Sunda bagian Selatan dan perairan Lampung bagian Barat," kata Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Radin Intan II Provinsi Lampung, Sawardi.

Menurutnya, gelombang tinggi di perairan Lampung mencapai tiga sampai empat meter dan akan terus terjadi sampai tanggal 12 Januari 2013.

"Umumnya gelombang tinggi ini terjadi pada siang dan sore hari," katanya.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close