ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pengimpor Komit Jual Sapi Hidup tak Lebih Rp30.000/Kg
Selasa, 13 Agustus 2013 | 23:52

Pedagang memilah daging sapi di los daging Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/8). Setelah Lebaran, harga daging sapi lokal di pasar tradisional Jakarta masih tinggi, berkisar Rp 110.000-120.000 per kg. Foto: Investor Daily/ANTARA FOTO/Reno Esnir/Koz/mes/13 Pedagang memilah daging sapi di los daging Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/8). Setelah Lebaran, harga daging sapi lokal di pasar tradisional Jakarta masih tinggi, berkisar Rp 110.000-120.000 per kg. Foto: Investor Daily/ANTARA FOTO/Reno Esnir/Koz/mes/13

JAKARTA- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan telah memastikan komitmen perusahaan pengimpor 25.000 ekor sapi siap potong untuk menjual sapi hidup tidak lebih dari Rp30.000 per kilogram.

"Mereka secara tertulis menyatakan akan menjual sapi hidup tidak lebih dari Rp30.000 per kilogram. Karena kemarin kita telah mengondisikan untuk memberikan izin impor kepada siapa pun yang mau mendatangkan sapi siap potong dengan bersedia menjual sapi hidup tidak lebih dari Rp30.000 ribu per kilogram," kata Gita Wirjawan usai acara halalbihalal Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa.

Terkait dengan masih adanya pihak yang menjual sapi hidup dengan harga Rp38.000--Rp39.000 per kilogramnya di pasaran, dia mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih mengumpulkan data-data.

"Namun, yang pasti dari tujuh hingga delapan perusahaan yang kami berikan izin impor 25.000 sapi siap potong itu mereka berkomitmen akan menjual tidak lebih dari Rp30.000 per kilogramnya," kata dia.

Gita mengatakan, hingga saat ini, dari total 25.000 ekor sapi siap potong yang ditargetkan datang seluruhnya akhir bulan Agustus 2013, yang telah dan dijadwlkan akan masuk totalnya 9.000 sapi siap potong. "Dari 9.000 itu setengahnya sudah masuk dan sudah dipotong," kata Gita.

Lebih jauh dia mengatakan, untuk menekan stabilisasi harga daging sapi di pasaran, secara jangka pendek Pemerintah akan segera memotong kembali stok sapi bakalan nasional yang tersisa 10.000 ekor.

"Sapi bakalan yang sudah digemukkan selama 3--4 bulan terakhir totalnya 109.000 ekor dan sebanyak 99.000 ekor sudah dipotong, jadi sisa 10.000 ekor. Itu ditambah sisa dari 25.000 sapi siap potong yang belum masuk, dan daging impor Bulog yang direncanakan 3.000 ton insya Allah akan mampu mendorong stabilisasi harga daging sapi di pasaran," katanya. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close