ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pengembangan PAUD Perlu Libatkan Tempat Ibadah
Senin, 2 Januari 2012 | 7:46

KUDUS - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu melibatkan tempat ibadah, karena jumlahnya di Tanah Air mencapai ratusan ribu unit.

"Saat ini, pemerintah sedang membuat gerakan PAUD, karena ingin menyiapkan generasi muda Indonesia yang berkualitas," ujarnya saat menghadiri acara silaturahim bersama jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan kepala madrasah/sekolah Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kudus dan Jepara di SMP NU Al Ma'ruf Kudus, Minggu.

Berdasarkan data sementara, kata Mendikbud, jumlah anak yang berusia hingga lima tahun tercatat sebanyak 29 juta orang. Apabila masing-masing lembaga pendidikan memanfaatkan tempat ibadah dalam mendukung gerakan PAUD, seperti masjid dan musalla sebagai tempat untuk PAUD, dia optimistis, jumlah anak usia dini yang tertampung di PAUD bisa mencapai jutaan anak.

Apalagi, lanjut Mendikbud, jumlah masjid yang ada di Tanah Air mencapai 900.000 masjid, belum termasuk musala dan tempat ibadah lainnya.

Ia mengatakan, perkiraan jutaan anak bisa terlayani program PAUD dengan asumsi 50% dari total masjid di Tanah Air menyiapkan tempat untuk program PAUD dengan jumlah anak di masing-masing penyelenggara berkisar antara 10 hingga 20 anak.

Persiapan yang akan dilakukan pemerintah pada tahun ini, kata Mohammad Nuh, terkait penataan kelembagaan PAUD, agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah tepat sasaran. "Kami ingin memastikan, tidak ada klaim dengan jumlah anak yang terlampau sedikit tergolong PAUD supaya mendapat bantuan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Mendikbud, pemerintah juga menyiapkan pendamping program PAUD dan konten kurikulum. Menurut dia, kegiatan yang diarahkan bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas anak, sehingga ketika menghadapi sebuah persoalan memiliki alternatif penyelesaian.

"Program PAUD juga bertujuan untuk meletakkan landasan ketuhanan, penanaman rasa cinta terhadap sesama manusia, bangsa dan negara," ujarnya. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close